Nong Yonson juga mengapresiasi langkah Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka yang terus mendorong penguatan ekosistem literasi melalui berbagai program dan layanan perpustakaan.
“Literasi bukan hanya persoalan kemampuan membaca, tetapi bagaimana masyarakat mampu menggunakan pengetahuan yang diperoleh untuk memahami persoalan, berpikir kritis, berkreasi, dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Perpustakaan memiliki peran penting dalam proses tersebut,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka atas kepedulian dan dukungannya terhadap pengembangan perpustakaan dan budaya literasi di Kabupaten Sikka.
Menurut Very, sumbangan koleksi buku tersebut memiliki arti penting dalam memperkaya bahan bacaan dan referensi yang tersedia di Perpusda Frans Seda.
“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” ungkapnya.
Very menjelaskan, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan kualitas layanan Perpusda Frans Seda, termasuk pengembangan koleksi, peningkatan layanan kepada pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.
“Perpustakaan yang kuat bukan hanya diukur dari banyaknya buku yang dimiliki, tetapi juga dari sejauh mana koleksi tersebut dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, kami terus mendorong agar Perpusda Frans Seda menjadi rumah pengetahuan bagi masyarakat Sikka,” jelasnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










