Sementara itu, E. Nong Yonson, dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang yang juga Penulis Lokal asal Kabupaten Sikka, mengapresiasi langkah Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang ikut memberikan perhatian terhadap pengembangan koleksi perpustakaan daerah.
Menurutnya, perpustakaan memiliki posisi strategis dalam mendukung proses pendidikan karena menyediakan sumber pengetahuan yang dapat diakses oleh masyarakat secara lebih luas.
“Pemberian buku kepada perpustakaan merupakan bentuk investasi pengetahuan. Buku yang hari ini kita sumbangkan mungkin hanya terlihat sebagai sebuah koleksi, tetapi ketika dibaca dan dimanfaatkan oleh siswa, mahasiswa, guru maupun masyarakat, buku tersebut dapat melahirkan pengetahuan, gagasan, bahkan karya-karya baru,” ujarnya.
Nong Yonson menilai, pengembangan perpustakaan daerah perlu ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, koleksi yang tersedia perlu terus diperbarui dan disesuaikan dengan kebutuhan pemustaka serta perkembangan ilmu pengetahuan.
“Perpustakaan harus menjadi ruang yang hidup. Tidak cukup hanya memiliki koleksi, tetapi harus ada aktivitas membaca, berdiskusi, belajar, melakukan penelitian, dan menghasilkan karya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, DPRD, masyarakat dan berbagai pihak menjadi sangat penting,” katanya.
Penulis lokal asal Kecamatan Mapitara yang juga Dosen FKIP Undana Kupang, E. Nong Yonson juga berharap gerakan sumbangan buku dapat terus berkembang di Kabupaten Sikka. Menurutnya, masyarakat memiliki banyak koleksi buku yang masih sangat bermanfaat dan dapat dialihkan pemanfaatannya kepada perpustakaan.
“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ungkapnya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










