“Perpustakaan harus semakin dekat dengan masyarakat. Karena itu, kita membutuhkan kolaborasi dan dukungan dari semua pihak. Gerakan 1 ASN, 1 Buku adalah salah satu bentuk kolaborasi sederhana yang dampaknya dapat dirasakan bersama,” ucapnya.
Very menambahkan, buku-buku yang diterima akan menjadi bagian dari koleksi yang dapat dimanfaatkan oleh pelajar, mahasiswa, masyarakat umum maupun ASN.
Kehadiran bahan bacaan yang beragam diharapkan dapat mendukung kebutuhan informasi dan pengembangan wawasan masyarakat.
Dirinya juga mengajak seluruh ASN di Kabupaten Sikka untuk ikut mengambil bagian dalam gerakan tersebut. Menurutnya, satu ASN yang menyumbangkan satu buku mungkin terlihat sederhana, tetapi jika dilakukan secara bersama-sama akan menghasilkan kekuatan literasi yang besar.
“Jangan melihat satu buku sebagai sesuatu yang kecil. Satu buku bisa dibaca oleh puluhan bahkan ratusan orang. Satu buku dapat membuka wawasan, melahirkan gagasan dan mengubah cara seseorang melihat dunia,” katanya.
Gerakan 1 ASN, 1 Buku sekaligus menjadi bagian dari semangat membangun ekosistem literasi di Kabupaten Sikka.
Pemerintah daerah terus mendorong agar budaya membaca tidak hanya tumbuh di lingkungan sekolah dan perpustakaan, tetapi juga hadir di ruang-ruang keluarga, kantor pemerintahan, komunitas dan ruang publik.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










