Menurutnya, karya anak muda memiliki nilai penting karena merekam gagasan, pengalaman, dan semangat perubahan yang berkembang di tengah masyarakat.
“Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan buku, tetapi juga ruang untuk merawat pengetahuan dan mempertemukan gagasan. Karena itu, kami menyambut baik setiap karya lokal yang lahir dari masyarakat Sikka, terutama dari kalangan generasi muda,” tuturny.
Perwakilan Youth FREN, Avli dan Indy mengatakan buku tersebut disusun sebagai dokumentasi perjalanan, kegiatan, dan kontribusi anak muda dalam berbagai bidang.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda Sikka memiliki banyak cerita, gagasan, dan karya yang layak dibagikan. Buku ini menjadi cara kami mendokumentasikan pengalaman sekaligus menginspirasi teman-teman muda lainnya agar berani berkarya dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah,” ungkap Indy.
Bagi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, pembukuan karya anak muda merupakan bagian dari upaya membangun warisan pengetahuan. Karya tersebut diharapkan dapat dibaca, dipelajari, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka menyampaikan apresiasi kepada Youth FREN atas kontribusinya dalam memperkuat ekosistem literasi di daerah.
Penyerahan buku ini diharapkan menjadi dorongan bagi lebih banyak anak muda Sikka untuk tidak hanya membaca, tetapi juga menulis, berkarya, mendokumentasikan pengalaman, dan memberikan kontribusi positif bagi daerah.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2










