Kondisi itu menjadi pengalaman yang menyentuh bagi Romo Patrick. Ia tidak hanya melihat kerusakan fisik bangunan, tetapi juga merasakan kepedihan keluarga-keluarga yang sedang berjuang untuk bangkit kembali.
Bagi Yapersukma Pusat, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pemulihan pascabencana bukan hanya soal memperbaiki bangunan, tetapi juga menguatkan manusia yang berada di dalamnya.
“Orang-Orang Baik yang Berhati Mulia”
Di SDK Benteng Wake, Kepala Sekolah menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan Ketua Yapersukma Pusat yang secara langsung hadir dan menyalurkan bantuan kepada para guru terdampak.
Apresiasi serupa juga disampaikan para guru di sekolah-sekolah lain yang menerima bantuan. Mereka mengungkapkan rasa syukur karena di tengah kondisi sulit pascagempa, masih ada pihak-pihak yang hadir dan menunjukkan kepedulian.
Ucapan terima kasih juga datang dari sejumlah orang tua murid yang terdampak gempa dan turut menerima bantuan. Bagi mereka, bantuan tersebut sangat berarti karena diberikan pada saat keluarga masih berusaha memulihkan kehidupan setelah bencana.
Romo Patrick, yang akrab disapa Romo Pappy, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian dari orang-orang yang telah menerima berkat dan memilih untuk membagikannya kepada mereka yang membutuhkan.
“Mereka diberkati, maka mereka pun memberkati dengan berbagi berkat.”
Pesan tersebut menggambarkan bahwa bantuan yang diberikan bukan semata-mata bantuan material, melainkan juga tanda persaudaraan dan solidaritas kepada para guru serta keluarga yang terdampak gempa.
Penulis : Wall Abulat
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya










