Sejak awal bencana melanda, Desa Nila dan Desa Kekasewa menjadi dua wilayah yang paling sulit dijangkau. Medan ekstrem serta jalanan yang rusak total membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Jalur darat sebelumnya hanya sanggup menembus wilayah Ngalupolo hingga Wolotopo.
Melihat kondisi warga yang telah bertahan selama dua minggu tanpa akses bantuan darat, Polres Ende berkoordinasi dengan Kapolda NTT untuk menerjunkan armada helikopter.
“Langkah ini diambil guna melakukan airdrop bantuan bahan pokok langsung ke titik-titik lokasi pengungsian warga di kedua desa tersebut,” ujar Kapolres Ende.
”Seluruh desa lainnya di wilayah Kabupaten Ende sejauh ini telah berhasil dijangkau melalui jalur darat. Fokus utama operasi udara saat ini dialihkan sepenuhnya untuk Desa Nila dan Desa Kekasewa sebagai titik krusial. Kami tetap peduli dan hadir untuk masyarakat. Warga di sana adalah bagian dari keluarga kami,” ujar Kapolres Ende dalam keterangannya saat di wawancara.
Ia juga mengimbau agar warga terdampak tetap tenang, bersabar dan terus berdoa agar kondisi pascabencana dapat segera membaik.
Sementara itu sambil berdiri bersama di dekat tumpukan logistik, perwakilan warga Desa Nila dan Keikasewa menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepolisian Republik Indonesia
”Kami masyarakat Desa Nila mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda NTT yang sudah menyalurkan bantuan. Sejak awal terjadinya gempa, kami belum pernah mendapatkan bantuan dari pihak manapun. Bantuan dari Bapak Kapolda ini adalah bantuan yang pertama yang kami terima,” ujar warga serempak.
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










