Pasca Bencana Gempa Flores, Mendagri: Kita Prioritaskan Penanganan Korban dan Kebutuhan Dasar - FloresPos Net

Pasca Bencana Gempa Flores, Mendagri: Kita Prioritaskan Penanganan Korban dan Kebutuhan Dasar

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:30 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhamad Tito Karnavian turun langsung melihat korban dan memantau kondisi lapangan pasca gempa 7,7 SR yang mengguncang Pulau Flores, Sabtu (15/8/2026) lalu.

Hal utama atau prioritas yang dilakukan oleh pemerintah pada masa tanggap darurat yaitu melakukan evakuasi, menolong korban, memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dan memulihkan infrastruktur dasar.

Tito Karnavian bersama rombongan dari Kementerian Dalam Negeri tiba di Bandara Haji Hasan Aroeboesman Ende, Selasa (18/8/2026) pagi disambut Bupati Ende dan Forkopimda.

Mendagri dan rombongan berkunjung ke Kabupaten Nagekeo, salah satu kabupaten yang cukup parah terdampak gempa.

Namun sebelum berangkat ke Kabupaten Nagekeo, Mendagri melaksanakan rapat kordinasi dengan Pemkab Ende terkait penanggulangan bencana di daerah ini.

Usai rapat dengan Forkopimda Ende kepada wartawan Tito Karnavian mengatakan sejak tanggal 16 Agustus lalu presiden telah memerintahkan sejumlah menteri dan pimpinan lembaga turun langsung meninjau korban dan lokasi yang terdampak.

Baca Juga :  Tahun 2025, Bulog Ende Serap 61 Ton Beras dari Petani Lokal

“Sesuai arahan dari bapak Presiden sejumlah menteri dan pimpinan lembaga turun langsung meninjau korban bencana di Flores- NTT. Sejak tanggal 16 Agustus 2026 sejumlah menteri dan pimpinan lembaga sudah ke Flores, turun langsung ke beberapa kabupaten yang terdampak berat yaitu Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka”.

Tito Karnavian mengatakan bersama rombongan datang ke Kabupaten Nagekeo meninjau langsung korban dan dampak lainnya serta melakukan evaluasi untuk penanganan pada masa tanggap darurat.

“Kita lakukan evaluasi dengan semua tim agar kita tahu titik mana yang memerlukan penanganan segera dan titik mana yang rusak jalannya, wilayah mana yang listriknya belum menyala, itu akan segera ditangani”.

Namun hal utama atau prioritas yang dilakukan oleh pemerintah pada masa tanggap darurat adalah menolong korban dan memenuhi kebutuhan dasar dari warga terdampak.

Baca Juga :  Resmi Jadi Ketua DPC PDIP Ende, Yoseph Badeoda Katakan Sudah Mundur dari Demokrat

“Yang sakit harus diobati, yang meninggal keluarganya disantuni. Kebutuhan warga terdampak atau korban yang mengungsi seperti sembako, selimut dan obat- obatan itu yang paling utama harus segera diatasi”.

Hal prioritas lain yang dilakukan oleh pemerintah pada masa tanggap darurat yaitu memulihkan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik dan jaringan internet.

“Akses harus dibuka, jika ada jembatan yang roboh harus diperbaiki, air minum harus segera diatasi”.

Jika hal dasar sudah diatasi maka penanganan akan dilanjutkan ke masa transisi dan masuk ke tahap rehab rekon untuk permanen.

Dalam perjalanan menuju Kabupaten Nagekeo, Mendagri menyempatkan waktu memberikan santunan kepada keluarga korban gempa bumi yang meninggal dunia atas nama Sisilia Payong (70) di Desa Ndorurea, Kecamatan Nangapanda.

Santunan tersebut diterima langsung oleh anak almarhuma, Sisilia Payong atas Floriana Clara Kae.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Alumni SMPS Sanctissima Trinitas Hokeng Gelar Reuni Akbar–‘Reconnect, Rekindle, Rebuild’
Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat
Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya
Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul
Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale
Membaca Wajah Pilkades Manggarai Barat: Antara Politik Uang, Biaya Politik dan Residu Demokrasi Desa
Yance Maring Motivasi Peserta Yudisium Fakultas Pertanian Unipa Maumere Jangan Malu Jadi Petani
Masuk dan Menetap di Lahan HGU Nangahale Pengadilan Tinggi Kupang Putuskan Tiga Warga Bersalah, Apa Pertimbangannya?
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:47 WITA

Alumni SMPS Sanctissima Trinitas Hokeng Gelar Reuni Akbar–‘Reconnect, Rekindle, Rebuild’

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:40 WITA

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:13 WITA

Besok Gabriel Dala Dilantik jadi Sekda Ende Definitif, Bupati: Dia Sudah Tahu Tugasnya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:10 WITA

Bupati Sikka Minta Femmy Bapa Jadi Sekda yang Mampu Mendengar dan Merangkul

Rabu, 7 Oktober 2026 - 19:43 WITA

Kuasa Hukum PT. Krisrama Desak Bupati Sikka Segera Lakukan Eksekusi Non Yudisial Lahan HGU Nangahale

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Menginginkan Terang Sentra Hortikultura Manggarai Barat

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:40 WITA