Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat - FloresPos Net

Suku Tiwe di Nangapanda-Ende Hibahkan Tanah 7 Hektar untuk Sekolah Rakyat

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten Ende mendapatkan satu lokasi untuk pembangunan sekolah rakyat. Lokasi tersebut didapatkan secara gratis dari masyarakat yang menyatakan mendukung program sekolah rakyat.

Masyarakat yang menyerahkan tanah secara sukarela kepada pemerintah daerah untuk pembangunan sekolah rakyat adalah masyarakat dari Suku Tiwe di Desa Tiweria, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende.

Tanah tersebut sudah diserahkan kepada pemerintah dalam acara penyerahan yang berlangsung di ruang rapat Bupati Ende, Jumat (8/5/2026) siang.

Tanah seluas 7 Hektar di lokasi Aekebho, Dusun 03 Tiwe, Desa Tiweria, Kecamatan Nangapanda diserahkan langsung oleh kepala suku Tiwe, Gregorius Ribhu kepada Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda.

Penyerahan tanah tersebut disaksikan oleh Kepala Desa Tiweria, Vinsensius Sambi, masyarakat Tiweria yang hadir dan pimpinan OPD terkait.

Kepala Suku Tiwe, Gregorius Ribhu mengatakan pihaknya menyerahkan tanah seluas 7 hektar tersebut karena mendukung program nasional pembangunan sekolah rakyat.

Menurutnya jika sekolah rakyat dibangun di lokasi tersebut maka akan berdampak pada pembangunan di sektor lain seperti infrastruktur jalan, air dan juga ada pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.

Baca Juga :  Anggota DPR RI Julie Laiskodat Berikan Bantuan Alsintan untuk Petani di Ende, Gadir: Setiap Tahun Kami Dapat

“Kalau sekolah ini dibangun di sana maka dampaknya pada pembangunan lain di sana, seperti jalan dan air bersih. Pasti ekonomi juga akan tumbuh di sana. Itu yang kami inginkan agar bisa dirasakan oleh generasi yang akan datang,” katanya.

Kepala Desa Tiweria, Vinsensius Sambi juga mengatakan pemerintah mendukung penuh sikap dari tokoh adat dan pemilik tanah. Dikatakannya penyerahan ini bukti dukungan terhadap pembangunan dan keinginan masyarakat akan adanya perubahan di sana.

“Ini inisiatif dan kemauan dari mereka. Kami hadir untuk menyaksikan. Kami berharap segera dibangun agar ada dampak pembangunan lain di wilayah ini”.

Bupati Ende, Yosef Badeoda menyampaikan terima kasih atas dukungan dari Suku Tiwe, Nangapanda.

“Terima kasih kepada Suku Tiwe yang sudah dengan sukarela memberikan tanahnya. Memang lahan ini yang sedang kita cari untuk sekolah rakyat,” katanya.

Bupati mengatakan sekolah rakyat yang akan dibangun di Tiwe mulai dari tingkat SD sampai SMA dilengkapi dengan asrama dan fasilitas penunjang lainnya.

Baca Juga :  Kunjungi Lapas Ende, Penasihat Menteri Hukum dan HAM RI Tatap Muka dengan WBP

“Dengan pembangunan sekolah rakyat di sana maka masyarakat sekitar merasakan dampaknya. Saya harap masyarakat dan tuan tanah di lokasi tersebut mendapatkan dampak prioritas,” katanya.

Pada kesempatan tersebut Bupati langsung memerintahkan kepada pimpinan OPD terkait untuk segera mengurus dan memproses kepengurusan sertifikat dan melaporkan ke Kementrian agar segera dilaksanakan pembangunan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ende, Gaudensia Ilmoe mengatakan lokasi tanah tersebut telah disurvei dan memenuhi syarat sesuai dengan standar yang diminta kementerian.

“Tingkat kemiringan tanah di lokasi yang diserahkan dibawa aturan standar kemiringan yang diberikan Kementrian maka tanah yang diserahkan tersebut memenuhi syarat,” katanya.

Dihadapan Bupati Ende, Kadis Sosial juga mengatakan tugas selanjutnya dari Pemda adalah membuka jalan masuk ke lokasi agar saat pengerjaan sudah ada jalan dan memudahkan pendropingan material. Selain jalan pemerintah juga menyiapkan air bersih.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek
Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa
Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation
Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat
Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:33 WITA

IKTL Gelar PJKR Football Championship di Lapangan Sepakbola Riangkotek

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:09 WITA

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:41 WITA

Pesan Sabinus Nabu Bagi Wisudawan Wisudawati Unipa: Jangan Menjadi Strawberry Generation

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:36 WITA

Pesan Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Tinggi Nusa Nipa: Kita Hidup di Era Pergeseran Yang Sangat Cepat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Tiga Pesan Utama Wabup Sikka Bagi 708 Wisudawan Kampus Unipa

Minggu, 11 Okt 2026 - 12:09 WITA

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA