Masyarakat Ngada Dihimbau Ikuti Aturan Lalu Lintas - FloresPos Net

Masyarakat Ngada Dihimbau Ikuti Aturan Lalu Lintas

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 09:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAJAWA, FLORESPOS.net-Sejak Januari hingga April 2026 jumlah kecelakaan lalu lintas di wilayah Polres Ngada mengalami peningkatan, menurut Kasat Lantas Polres Ngada Iptu Yoseph D.Tote, S.A.P.

Kepada Florespos.net, di ruang kerjanya, Kamis (7/5/2026), Yoseph Tote mengatakan, sejak bulan Januari hingga April 2026 telah terjadi kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Ngada sebanyak 20 kasus.

“Di antaranya, 5 orang meninggal dunia yang semuanya adalah pengendara sepeda motor, 2 orang luka berat dan 23 orang luka ringan,” katanya.

Dia menjelaskan, kecelakaan lalu lintas itu diakibatkan karena kurang hati-hati dari pengendara dan mengendarai kendaraan dengan kecepatan tinggi sehingga tidak memperhatikan mana yang merupakan jalur utama yang harus dilewati.

Pengendara sepeda motor yang mengalami kecelakaan lebih banyak dan umumnya tidak menggunakan helm.

“Kalau menggunakan helm standart mungkin bisa terselamatkan karena rata-rata terkena benturan benda keras,” ungkapnya.

Hal lain yang juga menjadi persoalan, katanya, mengendarai sepeda motor sambil menggunakan handphone, mengkonsumsi minuman keras serta tidak memakai lampu pada malam hari.

Baca Juga :  DPRD Ngada Apresiasi Peserta KBKM Beri Perhatian Penyakit Pisang 

Kepada pelajar pihaknya juga telah melakukan berbagai terobosan seperti mengambil apel di sekolah-sekolah terutama di sekolah SMA atau sederajat untuk menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas terutama tertib lalu lintas.

Sebagian besar anak-anak sekolah belum mempunyai SIM karena usianya belum maksimal untuk memperoleh SIM seperti syarat yang diatur.

“Kalaupun telah memiliki SIM banyak juga yang tidak menggunakan helm saat berkendara,” katanya.

Menurut dia, hal pentingnya adalah etika berkendara di mana ketika sudah bisa membawa motor merasa menggunakan jalan itu hanya dirinya sendiri.

“Etika berlalu lintas sudah harus mulai dari usia dini sehingga ketika berada di tengah masyarakat bisa mengetahui aturan yang benar,” ungkapnya.

Kata dia, persoalan yang dihadapi lainnya adalah penerangan dalam Kota Bajawa misalnya yang belum maksimal sehingga terlihat gelap pada sejumlah wilayah yang dilalui para pengendara.

Pihak Lantas juga melakukan patroli sehingga langsung melakukan teguran bagi pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, katanya.

Baca Juga :  Petani Keo Tengah Nagekeo Dapat Hadiah Mobil Undian Simpedes

Lanjut Yoseph Tote, kecelakaan juga sering terjadi di wilayah Mangulewa dan Mataloko. Karena itu pihaknya akan melakukan pertemuan dengan kompenen 5 pilar keselamatan lalu lintas yakni Dinas PU, Dishub, Kesehatan, Jasa Raharja serta Kepolisian.

Hal ini guna membahas kembali terkait masalah yang hampir setiap tahun terjadi laka lantas di tempat yang sama.

“Di Mangulewa misalnya di depan Kantor Lurah Mangulewa di jalan menuju Kampung Mangulewa bisa dibuat polisi tidur sehingga pengendara bisa lebih pelan dan hati-hati juga bisa dipasang barikade sehingga ada pembatas ketika ada pejalan kaki yang menyeberang,” jelasnya.

Kata Yoseph Tote, faktor utama kecelakaan di Kabupaten Ngada adalah sebagian besar karena ketiga hati-hatian daripada pengendara itu sendiri.

“Kami imbau agar masyarakat pengendara kendaraan bermotor untuk selalu hati-hati. Dan ikuti aturan lalu lintas dengan baik saat berkendaraan,” katanya. *

Penulis : Wim de Rosari

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Berita ini 101 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WITA

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Berita Terbaru