Ribuan Hektare Sawah di Manggarai Timur Terancam Gagal Tanam - FloresPos Net

Ribuan Hektare Sawah di Manggarai Timur Terancam Gagal Tanam

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 13:39 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Papan Informasi proyek Irigasi di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Gambar diabadikan, Selasa (3/2/2026).

Papan Informasi proyek Irigasi di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur. Gambar diabadikan, Selasa (3/2/2026).

BORONG, FLORESPOS.net-Pekerjaan jaringan irigasi Tiwu Sengit dan Wae Mbaling di Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur hingga saat ini belum tuntas.  Belum tuntasnya pembangunan jaringan irigasi yang dikerjakan sejak tahun 2025 tersebut membuat petani resah.Ribuan hektare lahan sawah petani di Kecamatan Sambi Rampas terancam gagal tanam.

Demikian disampaikan Rusli dan Fir, warga asal Pota kepada Florespos.net, Selasa (3/2/2025).

Warga yang semula sangat bergembira dengan kehadiran proyek pembangunan irigasi yang bernilai miliar rupiah tersebut kini menuai kekecewaan.

“Pembaguna irigasi ini bukannya membantu kami warga tetapi justru melumpuhkan ekonomi masyarakat. Pekerjaan sudah dimulai tahun 2025lalu, tetapai ampai ekarang kerjanya tidak jela,” kata Rusli dan Fir.

Kata Rusli, para petani akan kehilangan penghasilan. Padi yang semestinya sudah berumur satu bulan lebih, namun saat ini belum bisa tanam karena kurangnya pasokan air. Hingga saat ini petani belum mulai membajak.

“Ratusan hektare sawah milik  petani Kelurahan Pota, Desa Nanga Mbaling, dan Desa Nanga Mbaur selama ini mendapat air  dari irigasi Tiwu Sengit dan Wae Mbaling. Akibat proyek ini,air sudah tidakbisa dialirikan ke areal persawahan warga. Kami akan gagal tanam dan pasti jadi lapar,” kata mereka.

Baca Juga :  Semarak Kemerdekaan di Flores Timur, 6.500 Peserta Bakal Meriahkan Karnaval Budaya

Menurut keterangan kedua warga Pota tersebut, selama ini pekerjaan kebanyakan dilakukan secara manual, sehingga pekerjaan tidak cepat selesai. Proyek dengan angggaran mencapai Rp100 miliar lebih, bukan meningkatkan hasil padi justru petani akan mengalami kelaparan.

Keduanya mendesak kontraktor secepatnya menyelesaikan pembangunan supaya petani bisa memulai bajak dan tanam padi. Pekerjaan irigasi yang seharusnya selesai pada akhir Desember 2025 namun molor hingga bulan Februari 2026 belum tuntas.

Sulit Koordinasi

Secara terpisah Kepala Desa Nanga Mbaur, Warkah Jalu yang hubungi Florespos.net, Selasa (3/2/2026) mengaku sulit berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemilik pekerjaan pembanguna irigasi dimaksud.

Kades jalu mengatakan,  pihaknya sangat kecewa dengan kontraktor yang dinilai kurang bertanggung jawab dalam proses pekerjaan irigasi. Para petani mulai mengeluhkan kondisi ini  sejak bulan Desember setelah melihat progres pekerjaan yang belum mencapai 50 persen.

Baca Juga :  Flores: Dari Pulau Bunga Menuju Pulau Panas Bumi

“Warga datang ke kantor desa dan mengeluh, belum bisa tanam bibit padi karena air tidak mengalir normal ke areal perswahan. Kondisis ini berlanjut  hingga bulan Januari dan kini telah mauk Februari,” katanya.

Menurut Kades Jalu,. pihaknya sangat sulit menghubungi petugas dari PT Adi Karya dan subkontraktor CV Delta Flores yang ada di lapangan untuk bisa menjawab keluhan para petani. Saat ini petani belum mulai bajak sawah karena debit air sangat sedikit.

Pihak Desa berharap, kontraktor secepatnya menyelesaikan pembangunan jaringan irigasi.

“Jangan sampai petani menjadi korban,” katanya.

Data yang dihimpun Florespos.net,  kontraktor yang mengerjakan proyek irigasi yakni PT Adi Karya dan subkontraktor CV Delta Flores. Kontrak kerja berakhir pada 28 Desember 2025. Dengan pagu anggaran Rp102.145.000.000.*

Penulis : Albert Harianto

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81
Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Berita ini 103 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Selasa, 22 September 2026 - 18:38 WITA

Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WITA

Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan

Selasa, 22 September 2026 - 17:44 WITA

Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores

Berita Terbaru