LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat (Mabar) NTT mendorong para pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) setemat segera menjalankan bisnis tanpa harus modal besar. Harus semangat.
Theresia P. Asmon, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan UKM (Nakertranskop UKM) Mabar mengatakan itu kepada Florespos.net, di Labuan Bajo baru-baru ini.
Kata Kadis yang disapa Nei itu, beberapa waktu lalu, dalam pelatihan pengurus KDMP tingkat Mabar, pihaknya mendorong terkait ini.
“Jadi apa yang kita bisa kerjakan, ya kita lakukan sendiri. Karena kebijakan-kebijakan untuk yang lain kan menunggu kebijakan Pemerintah,” katanya.
Pekerjaan yang bisa dilakukan sendiri itu, ungkap dia, seperti misalnya bisa mengelola modal anggota. Itu disepakati dengan anggota. Bisnis apa Yang bisa segera jalan sambil bermitra dengan BMUN terdekat, yang bersedia memfasilitasi bisnisnya.
Lanjutnya, pembangunan gerai KDMP skema top down, artinya kewenangan dari atas melalui salah satu PT (Perseroan Terbatas). Tim lapangannya bermitra dengan TNI.
Pemkab Mabar khususnya, dalam hal ini Dinas Nakertranskop UKM, lebih ke tata kelolanya, kata Nei.
Menurutnya, di Mabar, kondisi update minggu lalu dan hasil koordinasi pihaknya dengan tim TNI, bahwa yng telah dibangun 26 gerai, yang lainnya sedang berproses pembangunan.
Kemudian, dari data Dinas Nakertranskop UKM, katanya lagi, hingga kini ada 22 desa di Mabar yang menginformasikan lahan desa tidak tersedia.
Berarti 169 desa/kelurahan di Mabar baru 26 gerai sudah dibangun. Ke 26 gerai itu bangun di tanah desa. Juga ada yang bangun di tanah Pemda. Yang lain masih disurvey PT yang bersangkutan.
“Kita juga masih menunggu kira-kira mungkin ada skema lain bagi desa kelurahan yang lahannya tidak tersedia,” kata Kadis Nei.
Masih Kadis Nei, di Mabar sepertinya ada desa yang susah dijangkau. Ada pula yang lahannya tersedia tetapi akses jalan masuknya susah. Dinas Nakertranskop UKM masih menunggu arahan kebijakan lanjutannya terkait hal ini.
Atas hal itu, di Mabar mungkin pembangunan gerai belum semua dalam waktu yang cepat. Tapi untuk bisnis bisa langsung dijalankan.
Bisnis, kata Kadis Nei, tidak harus ada tempatnya (gerai) dulu. Mulai dari bisnis-bisnis kecil. Bahkan kita sudah mendiskusikan tipe bisnis yang bisa jalan tanpa harus menunggu modal besar.
Bermitralah dengan beberapa BUMN seperti PT POS. Juga dengan Bulug untuk bahan-bahan pangan. Beberapa BUMN itu siap memfasilitasi tanpa harus dengan modal yang besar. BUMN-BUMN itu bisa menjadi mitra KDMP.
Sekarang sangat tergantung semangat para pengurus. Kunci disitu. Juga dukungan dari pemerintah desa. Karena sepertinya spirit koperasi Desa Merah Putih, bahwa selain ada bantuan pemerintah,juga harus ada modal anggota itu sendiri. Dari anggota, oleh anggota dan untuk anggota. Prinsip koperasi itu harus.
Sehingga dalam pelatihan para pengurus KDMP tingkat Mabar, Dinas Nakertranskop UKM mendorong untuk mulai menggerakkan roda bisnisnya.
“Sambil menanti pinjaman yang bermitra dengan beberapa BUMN, kita mesti memulainya walau dengn modal kecil sendiri. Dengan BUMDes sebagai mitra saja, tambah Kadis Nei. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando









