MBAY, FLORESPOS.net-Banjir bandang melanda Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terjadi pada Selasa (9/9/2025) dini hari mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan empat lainnya masih dalam pencarian oleh Tim Gabungan.
Pencarian ini dimulai sejak Senin malam pukul 23.00 WITA hingga Selasa dini hari pukul 02.00 WITA. Tim SAR gabungan bersama warga masyarakat Kecamatan Mauponggo melakukan upaya evakuasi terhadap korban hilang.
Hingga Selasa (9/9/2025) malam, masyarakat, TNI/Polri dan Tim Gabungan lainnya masih melakukan pencarian korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut.
Berdasarkan data sementara dari hasil pencarian, ditemukan 4 orang korban yang terjebak banjir di dalam pondok di Mala Ledho atas nama Eligius Sopi.
Setelah dievakuasi, ditemukan 1 orang selamat yang merupakan saudara kandung dari korban meninggal Eligius Sopi. Sementara 3 orang lainnya meninggal dunia, yaitu Eligius Sopi Bela (31 tahun), Fance (1,1 tahun) dan Inan Nua (50 tahun)
Sedangkan korban yang belum ditemukan atau masih dalam pencarian, yakni Mariano Tombusa Jago (29 tahun), Arkiles Jago (1,2 tahun), Estin Co’o (45 tahun), Anaknya Estin Co’o (2 tahun).
Korban yang selamat dan dalam perawatan di rumah sakit daerah, yakni Ermelidis Co’o (36 tahun).
Pantauan Florespos.net, Selasa (9/9/2025) malam, tiga korban meninggal dunia disemayamkan di rumah korban, di Dusun 1, Desa Sawu. Isak tangis tak tertahankan dari ayah dan isteri serta keluarga korban di depan ketiga jenasah korban yang diletakkan di pelataran rumah korban.
Tiga korban yang masih satu keluarga, ayah, anak dan mertuanya ditemukan tak bernyawa dalam rumah yang hanyut terbawa banjir.
Rumah korban berjarak sekitar 150 meter dari bantaran sungai membuat luapan banjir yang disertai material menghantam rumah korban hingga hanyut.
Beruntung rumah korban masih tertahan pada sebatang pohon hingga warga bisa mengangkat jenasah korban. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










