ENDE, FLORESPOS.net-Tokoh adat (mosalaki) Kombandaru dan masyarakat adat setempat hingga kini masih berkomitmen menolak rencana pembangunan atau proyek panas bumi (Geothermal) di kawasan air Panas Kombandaru yang terletak di Desa Ria Raja, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.
Diketahui kawasan air panas tersebut masuk dalam satu titik rencana proyek Geothermal di Kabupaten Ende, Provinsi NTT.
Mosalaki Kombandaru, Damianus Roru mengatakan dirinya sudah menegaskan sejak awal bahwa masyarakat adat bersama gereja menolak pembangunan Geothermal di wilayah itu.
“Saya punya sikap yang sama dan masih komitmen dengan sikap saya menolak Geothermal di wilayah Kombandaru,” kata Damianus Roru kepada Florespos.net, Kamis (21/8/2025).
Damianus mengatakan dirinya sebagai tokoh adat atau pemangku adat di wilayah ini tetap berkomitmen menentang dan menolak pembangunan tersebut.
“Pemerintah dan pihak – pihak terkait jangan sesekali datang menggoda kami. Saya punya sikap tetap sama, menolak”.
Damianus mengatakan alasan mendasar ia menolak pembangunan Geothermal karena wilayah itu adalah daerah pertanian yang menjadi sandaran hidup masyarakat adat setempat.
“Wilayah itu daerah pertanian jadi Geothermal tidak cocok untuk kami. Masyarakat di sini hidup dari pertanian dan hasil kebun bukan hasil lain;” katanya.
Ia mengusulkan dan mengharapkan kepada pemerintah agar kawasan itu dikembangkan menjadi kawasan pariwisata yang bisa berdampak bagi masyarakat setempat.
“Kami sudah bahas di desa bahwa itu akan dikembangkan jadi kawasan pariwisata. Kalau pemerintah mau kembangkan potensi air panas ini maka sarankan pengembangan ke sektor pariwisata saja,” katanya.
Mosalaki Kombandaru juga mengatakan bahwa sejauh ini belum ada pihak-pihak terkait baik pemerintah maupun pihak lainnya yang berhubungan dengan rencana pembangunan tersebut datang bertemu dengannya.
“Saya tahu informasi ini dari gereja, tidak pihak lain yang datang ke kami untuk sampaikan atau semacam menjelaskan tentang pembangunan ini;” katanya.
Penelusuran Florespos.net, di wilayah itu beberapa warga mengakui belum mendapatkan penjelasan detail terkait dengan rencana pembangunan tersebut baik dari dampak positif maupun negatif.
Beberapa warga berharap pemerintah dan pihak terkait lainnya mesti turun ke masyarakat memberikan penjelasan agar lebih dipahami masyarakat.*
Penulis : Willy Aran
Editor : Wentho Eliando










