MBAY, FLORESPOS.net-Ratusan warga Desa Tonggurambang, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (13/7/2025) sore, kembali memadati jalan dan memblokade jalan.
Warga kembali padati dan memblokade jalan sebagai bentuk protes atas tindakan yang dianggap tidak menghargai perjuangan mereka dalam mempertahankan hak atas tanah leluhur.
Aksi ini dipicu pembongkaran spanduk yang dipasang oleh Generasi Muda Tonggurambang oleh orang yang tidak diketahui.
Saat warga sedang melakukan aksi protes dengan memblokade jalan, mobil Bupati Nagekeo Simplisius Donatus yang dikawal oleh mobil Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) dihadang warga Tonggurambang. Mobil Bupati lalu memutar balik arah.
Muhamad Dedi Ingga salah satu warga Desa Tonggurambang meminta agar mobil bupati memutar balik karena dianggap tidak merespon persoalan tanah yang dihadapi warga Tonggurambang.
Menurut Dedi, Bupati Nagekeo tidak menunjukkan keseriusan dalam menangani persoalan tanah yang dihadapi warga Desa Tonggurambang.
Bahkan tegas Dedi, Bupati Nagekeo lebih fokus pada pembangunan Batalyon TNI AD di Desa Tonggurambang daripada menyelesaikan persoalan tanah yang menjadi prioritas warga.
“Mengapa Bupati Nagekeo tidak merespon persoalan tanah kami, tapi malah mengunjungi pembangunan Batalyon TNI AD?,” ujarnya.
Dedi mengatakan, aksi protes ini menunjukkan bahwa warga Desa Tonggurambang tidak akan diam dan akan terus mempertahankan hak-hak atas tanah leluhur.
Kata Dedi, warga menuntut agar pemerintah daerah segera merespon dan menyelesaikan persoalan tanah yang saat ini tengah dihadapi oleh warga Desa Tonggurambang.
Disaksikan Florespos.net, Minggu (13/7/2025) petang, aksi protes tersebut berjalan aman dan lancar setelah warga menyuruh Bupati Nagekeo dan rombongan pulang.
Aksi itu dikawal ketat pihak keamanan baik dari Polisi maupun TNI. Sementara jalan yang diblokade menggunakan beberapa potongan kayu dan batu itu telah kembali di bersihkan. Sehingga ruang jalan itu, kembali normal.
Sampai berita ini diturunkan sebagian warga masih berada di lokasi dan kembali memasang spanduk yang mereka pasang beberapa hari lalu. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










