THR Sertifikasi Tidak Dibayar, 214 Guru Agama Katolik di Sikka Datangi Kantor Bupati - FloresPos Net

THR Sertifikasi Tidak Dibayar, 214 Guru Agama Katolik di Sikka Datangi Kantor Bupati

- Jurnalis

Kamis, 20 Maret 2025 - 19:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Sebanyak 214 guru agama Katolik dari jenjang SD,SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Sikka, NTT, Kamis (20/3/2025) mendatangi kantor bupati Sikka di Jalan El Tari Maumere.

Para guru yang mayoritas perempuan ini ingin menanyakan terkait pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) Tunjangan Profesi Guru (TPG) sertifikasi  dan gaji ke-13 TPG sertifikasi sejak tahun 2023 hingga tahun 2025 yang dibayarkan oleh Kementerian Agama.

“Kami guru guru agama Katolik yang diangkat oleh Kementerian Pendidikan dibawah naungan Pemda Sikka melalui Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (PKO),” sebut Maria Tolentina Daba guru SD Inpres Patisomba, Kelurahan Wuring, Kecamatan Alok Barat.

Maria menyebutkan, para guru merasa tidak adil hingga mencari tahu kemana mereka harus memperjuangkan nasib mereka sehingga mendatangi Kantor  Bupati Sikka untuk mempertanyakan hal tersebut.

Ia menjelaskan, para guru ini pembayaran dana sertifikasinya di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka sehingga pembayaran THR TPG  sertifikasi di kantor agama sementara THR hari raya di Dinas PKO Sikka.

Baca Juga :  Wabup Sikka Tekankan Pentingnya Sinergi Dalam Pelayanan Kesehatan

“Kami mempertanyakan mengapa guru agama yang pengangkatannya oleh Kementrian Agama dibayar THR TPG sertifikasi dan gaji ke-13 TPG sertifikasi sementara guru agama yang pengangkatan oleh Kementerian Pendidikan tidak dibayar,” ucapnya.

Maria menegaskan pihaknya sudah bertemu dengan kepala kantor Kementrian Agama Kabupaten Sikka, kepala seksi dan kepala sub bagian di kantor mereka.

Dalam pertemuan tersebut, kepala kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka menjelaskan, berdasarkan regulasi para guru tersebut tidak bisa dibayar THR TPG sertifikasinya.

Padahal kata Maria, para guru agama yang sertifikasinya di Kantor Kementerian Agama dibayar sedangkan guru agama Katolik yang sertifikasinya di Kementrian Pendidikan tidak dibayar.

“Makanya selama beberapa hari ini kami sudah mendatangi Kadis PKO dan disarankan menemui Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sikka,” terangnya.

Maria mengatakan, para guru umum yang sertifikasinya di dinas PKO sudah diproses dan banyak yang sudah dibayarkan THR TPG sertifikasi termasuk gaji ke-13 TPG sertifikasi.

Ia menyesalkan kenapa THR TPG sertifikasi guru agama Katolik sejak tahun 2023 hingga tahun 2025 dan gaji ke-13 TPG  sertifikasi tahun 2023 dan 2024 tidak dibayarkan.

Baca Juga :  Dukung Pelestarian Budaya, Bupati Edi Endy Serahkan Perlengkapan Tarian Caci bagi Warga Manggarai Raya di Ende

Ia menerangkan, guru agama dibawah naungan Kementrian Agama mendapatkan tunjangan kinerja, lauk pauk dan lainnya sementara guru agama di Kementerian Pendidikan hanya mendapatkan dana sertifikasi saja setiap bulannya.

“Kementerian Keuangan memberitahukan bahwa semua guru yang tidak mendapatkan tunjangan dari daerah berhak mendapatkan satu kali gaji THR sertifikasi,” paparnya.

Maria menegaskan, para guru agama Katolik yang sertifikasinya di Kementrian Pendidikan juga mendidik anak bangsa sehingga hak mereka harusnya sama dengan guru agama yang sertifikasinya di Kementrian Agama.

Ia mengatakan jangan sampai ada perbedaan perlakuan terhadap guru agama baik yang sertifikasinya di Kementrian Agama maupun yang sertifikasinya di Kementerian Pendidikan.

“Kami minta pemerintah pusat,bapak presiden menolong kami, guru agama Katolik. Kami yang sertifikasinya di Kementrian Pendidikan tidak mendapatkan THR TPG sertifikasi dan gaji ke-13 TPG sertifikasi,” pungkasnya. *

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81
Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Berita ini 2,606 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Selasa, 22 September 2026 - 18:38 WITA

Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WITA

Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan

Selasa, 22 September 2026 - 17:44 WITA

Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores

Berita Terbaru