LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif melalui Direktorat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif menyelenggarakan Pelatihan Berbasis Kompetensi pada Subsektor Seni Pertunjukan.
Kegiatan dimaksud digelar dalam rangka meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo Flores, khususnya subsektor seni pertunjukan.
Pelatihan tersebut bekerja sama dengan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF), tempat The Jayakarta Suites Komodo, Jumat 3 Mei 2024.
Tujuan pelatihan yakni untuk meningkatkan keterampilan praktis dan pengetahuan teknis dalam berbagai bidang seni pertunjukan, seperti teater, musik, tari, dan seni pertunjukan lain yang ada di Labuan Bajo Flores.
Pelatihan diikuti 34 orang peserta dari kategori Manajemen Produksi, 14 orang peserta dari kategori Koreografi dan 32 orang peserta dari kategori Manajemen Panggung.
Fahmi Akmal, Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif Kemenparekraf mengatakan Labuan Bajo Flores memiliki potensi wisata yang sangat kaya, sehingga perlu ditunjang dengan ekosistem ekonomi kreatif yang kuat.
“Secara umum, kita siapkan sumber daya manusia dan ekonomi kreatif untuk bisa memberikan kontribusi bagi pariwisata di Labuan Bajo, ” kata Fahmi Akmal.
Lanjut dia, bagi pelaku seni pertunjukan, seperti aktor, penari, musisi, dan seniman sirkus, pelatihan ini kunci mengembangkan bakat, meningkatkan kompetensi, memperluas keterampilan, dan mencapai tingkat profesionalisme yang tinggi.
Masih Fahmi Akmal, kegiatan pelatihan ini fokus pada peningkatan kompetensi bidang-bidang tertentu, salah satunya Seni Pertunjukan.
Stefanus Jemsifori, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT) ketika itu mengatakan, kesiapan SDM untuk pengembangan sektor pariwisata di Labuan Bajo dapat memperkuat peran pelaku ekosistem ekonomi kreatif daerah agar dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah.
“Kesiapan SDM saat ini sangat menentukan untuk perkembangan pariwisata kedepannya. Para peserta yang hadir dalam pelatihan seni pertunjukan ini adalah pelaku ekraf yang berpotensi untuk memajukan dan mengembangkan pariwisata Labuan Bajo kedepannya,” ujar Kadis Jemsifori.
Plt. Direktur Utama BPOLBF, Fransiskus Saverius Teguh, menjelaskan bahwa selain memiliki destinasi wisata yang berkelas dunia, Labuan Bajo juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar di subsektor seni pertunjukan seperti melalui adanya sanggar kebudayaan masyarakat lokal.
Menurutnya, sekarang seni pertunjukan dapat kita kembangkan dengan lebih kreatif dan inovatif, namun harapannya berbagai kreasi harus tetap menonjolkan narasi-narasi dan konten kelokalan yang tetap dijaga.
Adanya sanggar budaya dalam komunitas masyarakat lokal serta komunitas-komunitas seni yang ada di Labuan Bajo, kita dorong untuk menjadi salah satu showcase yang baik dan menjadi ruang ekspresi seni budaya di Labuan Bajo Flores, tutup Frans Teguh.
Para peserta pelatihan ini kemudian menampilkan hasil kerja dan hasil belajarnya selama pelatihan dalam bentuk showcase di Taman Parapuar Labuan Bajo Mabar 5 Mei 2024 lalu. Showcase ini diisi dengan penampilan tari, pertunjukan seni musik, teater, Stand Up Comedy, dan fashion show. *
Penulis: Andre Durung I Editor: Wentho Eliando










