Pedagang di Pasar Danga Minta Pemda Lebih Bijak Dalam Lakukan Penertiban Pedagang - FloresPos Net

Pedagang di Pasar Danga Minta Pemda Lebih Bijak Dalam Lakukan Penertiban Pedagang

- Jurnalis

Jumat, 5 April 2024 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Sejumlah pedagang di Pasar Danga, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) lebih bijak dan adil menertibkan pedagang yang berjualan di pinggir jalan maupun di lorong-lorong los pasar tersebut.

Sebagian besar pedagang yang berjualan di jalan maupun lorong-lorong itu merupakan imbas dari kecewa dan mosi tidak percayaan terhadap Pemda Nagekeo yang tidak tegas melakukan penertiban pedagang yang sebelumnya berjualan di tempat itu.

“Kami sebenarnya sangat taat dan telah lama menggunakan lapak di pasar ini. Hari ini, kenapa kami menjual di jalan maupun lorong-lorong yang ada di pasar Danga? Karena kami merasa dirugikan. Banyak barang dagangan kami tidak laku atau tidak terjual. Mereka, bahkan para ASN juga lebih memilih beli sayur pada emperan jalan maupun pedagang yang jual di lorong-lorong. Sementara kami yang jual di lapak tidak terjangkau pembeli. Makanya kami ikut jual di lorong atau pinggir jalan seperti mereka. Biar barang dagang kami juga terjual,” kata Getrudis Go’o pedagang yang sudah 10 tahun berdagang di Pasar Danga.

Baca Juga :  Respon Toko Muda Nagekeo Terkait Proyek Listrik di Desa Tedakisa dan Tedamude Mulai Dikerjakan

Getrudis menyampaikan itu di hadapan tim gabungan, Sat Pol PP, Pemerintah Kecamatan Aesesa, dan Pihak Kepolisian Resor Nagekeo saat melakukan himbauan kepada pedagang agar tidak boleh berjualan di emperan jalan maupun di lorong-lorong dalam los Pasar Danga, Jumat (5/4/2024) siang.

Getrudis menegaskan, bila Pemda tidak tegas dalam penertiban pedagang yang berjualan di pinggir jalan maupun di lorong-lorong, akan berdampak pada omset para pedagang yang berjualan di lapak-lapak los Pasar Danga.

“Yang pasti barang dagangan kami yang dijual di lapak tidak laku pak. Para pembeli lebih suka beli di jalan maupun pada lorong-lorong itu,” tegasnya.

Getrudis meminta Pemda Nagekeo untuk segera memindahkan para pedagang yang selama ini berjualan di pinggiran jalan dan lorong Pasar Danga.

“Sedih sekali kami pak. Kami harus ikut jualan di lorong-lorong seperti ini. Agar barang dagangan kami lekas terjual. Karena kalau kami jual di lapak yang jelasnya tidak terjual. Pembeli lebih nyaman membeli barang dagangan yang di jual di pinggir jalan ketimbang barang dagangan di lapak,” katanya.

Sekcam Aesesa, Stefanus Nanga di hadapan puluhan ibu-ibu yang berjualan di Pasar Danga menegaskan pihaknya akan menertibkan semua pedagang yang berjualan di pinggir jalan maupun di lorong-lorong dan teras lapak di Pasar Danga.

Baca Juga :  Hari Pendidikan Nasional, Dinas P dan K Nagekeo Gelar Lomba FLS2N

“Hari ini kami bersama teman-teman Satuan Pol PP dan Kepolisian Resort Nagekeo datang mengimbau. Mulai hari Sabtu (5/4/2024), para pedagang tidak ada satupun yang berjualan di pinggir jalan, lorong maupun teras lapak di Pasar Danga. Semua harus jual di lapak yang sudah di sediakan oleh pemerintah,” katar Nanga.

Nanga menegaskan, apabila tidak mengikuti imbauan ini pihaknya bersama tim gabungan tersebut akan mengambil tindakan tegas. Dia menambahkan, terkait keluhan ibu Getrudis, pihaknya menerima masukannya.

“Kami ke sini maksudnya baik. Bukan untuk menakut-nakuti. Sehingga pasar kita tetap rapi dan bersih,” katanya.

Kabid Perda Sat. Pol PP Kabupaten Nagekeo, Hilarius Tiga mengatakan, hari ini pihaknya masih sebatas memberikan imbauan kepada para pedagang.

Tetapi selanjutnya bagi yang masih melawan, kata Hilarius, pihaknya tidak segan-segan bertindak tegas sesuai tugas dan fungsinya. *

Penulis: Arkadius Togo I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit
Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Berita ini 181 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 12:52 WITA

Sekda Baut: Rumah Terdampak Gempa Flores di Manggarai Barat 14.067 Unit

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 September 2026 - 14:25 WITA

PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA