MBAY, FLORESPOS.net– Ella Syahira Banda (9), siswi kelas III SD di Kota Mbay, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan meninggal dunia.
Ella ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di parit Irigasi Tehnis Bendungan Sutami Mbay Dam, Sabtu (23/3/2024).
Bocah itu tercebur ke parit itu, tepatnya di belakang rumah orang tuanya. Korban diduga terpeleset dan tenggelam saat menyebrang jembatan yang terbuat dari bambu. Ella ditemukan sekitar pukul 10.00 wita.
Kakak korban, Zidane Usman Banda (11) siswa SD kelas VI menceritakan dia mengajak adiknya Ella mencari buah kanona (srikaya) di seberang saluran irigasi teknis di Bendung Sutami, belakang rumah orangtuanya.
Menurut dia, pada saat menyebrang di jembatan bambu belakang rumahnya adiknya menyebrang parit dan terpeleset jatuh di bawah parit irigasi.
Dia berusaha menolong adiknya, tapi arus airnya terlalu deras. Dia lalu lari ke rumah sambil menangis menyampaikan kepada orangtuanya kalau adiknya jatuh dan tenggelam di parit irigasi Bendung Sutami Mbay.
Zidane melanjutkan, sekitar pukul 10.05 Wita, keluarganya bersama masyarakat sekitar Desa Nggolo Mbay langsung mencari korban.
Informasi yang dihimpun Florespos.net, keluarga dan masyarakat bersama-sama mencari sepanjang irigasi menyusuri aliran irigasi sapanjang sekitar 3 kilometer. Tetapi hasilnya masih nihil dan belum ketemu korban karena arus air irigasi deras.
Mereka pun meminta penjaga pintu air untuk menutup pintu air demi mengurangi arus air di irgasi sehingga proses pencarian bisa maksimal.
Pada pukul 12.10 Wita, keluarga korban dan masyarakat bersama TNI, Polisi dan BPBD Kabupaten Nagekeo mencari menyusuri sepanjang parit irigasi.
Akhirnya korban ditemukan tersangkut di pinggir parit dan tidak mengenakan pakaian.
Setelah ditemukan, korban langsung di bawah ke Rumah Sakit Aeramo dengan menggunakan ambulance untuk melakukan tindakan medis.
Namun korban tidak bisa tertolong dan meninggal dunia karena gagal pernapasan. Ayah korban, Ahmad Banda menerima kematian putrinya itu sebagai musibah keluarga. *
Penulis: Arkadius Togo I Editor: Wentho Eliando










