Mantan Menteri Sonny Keraf Tawarkan Solusi Khusus Atasi Krisis Iklim - FloresPos Net

Mantan Menteri Sonny Keraf Tawarkan Solusi Khusus Atasi Krisis Iklim

- Jurnalis

Selasa, 9 Januari 2024 - 13:26 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Mantan Menteri Lingkungan Hidup RI, Dr. Alexander Sonny Keraf, menawarkan solusi khusus untuk mengatasi krisis iklim dewasa ini.

Salah satunya penggunaan energi mutlak  beralih dari energi fosil ke energi terbarukan.

Mantan Menteri Sonny Keraf menyampaikan hal itu ketika berbicara di hadapan sidang pastoral post Natal Keuskupan Ruteng, Selasa (9/1/2024) yang bertempat di Rumah Retret Putri Karmel Wae Lengkas, Ruteng, Manggarai, Flores, NTT.

Menurutnya, krisis iklim telah melanda bumi. Hal itu terjadi karena naiknya suhu permukaan bumi atau pemanasan global.

Sebabnya,  emisi gas rumah kaca: C02, metana (CH4), & nitrousoksida (N2), gas rumah kaca meningkat terus sejak Revolusi Industri akhir abad ke-18.

Lalu, tingkat emisi karbon dioksida sudah 4 kali lipat emisi karbon dioksida tahun 1950-an.

Sumber semua itu  adalah aktivitas manusia seperti penggunaan energi fosil: industri, pembangkit listrik, transportasi berbahan bakar fosil (7,5 billion ton emisi karbon);

Pemborosan penggunaan energi fosil: industri, rumah tangga, kantor, transportasi dan lain-lain.

Kemudian, aktivitas pertanian dan penggundulan hutan (1,5 billion ton emisi karbon), kerusakan karang, dan sampah, termasuk sampah pangan.

Baca Juga :  Jumat Curhat di SMKN 1 Ende, Wakapolres Ende Berikan Bingkisan untuk Siswa

Karena itu, upaya penyelamatan mutlak dilakukan yang salah satunya adalah penggunaan energi harus beralih ke energi terbarukan (ET).

“Indonesia sangat kaya potensi ET seperti hidro, panas bumi, surya (termasuk rooftop), bayu, laut, dan bioenergi,” katanya.

Karena itu, kurangi dan hentikan energi fosil: phase down dan phase out PLTU (batu bara dan diesel) sampai denganb tahun 2060.

Dikatakan, kebijakan untuk itu sudah ada: Peraturan Pemerintah KEN 79/2014 tentang Kebijakan Energi Nasional dan Perpres No. 22/2017 tentang Rencana Umum Energi Nasional.

“Kuncinya: konsistensi pelaksanaan,” katanya.

Lalu, hal-hal lain yang perlu dilakukan adalah penghematan energi, beralih ke model ekonomi sirkuler, konsumen beralih ke produk sirkuler; penyelamatan hutan.

Khusus penyelamatan hutan, demikian Sony Keraf, mutlak dilakukan moratorium eksploitasi hutan, dan alih fungsi lahan hutan untuk menghentikan degradasi hutan.

“Harus dilakukan penanaman pohon kembali (reforestasi),” katanya.

Tetapi untuk reforestasi ini tidak mudah karena mengalami tantangan luar biasa, karena hutan masih direduksi fungsinya hanya sebagai sumber daya alam, yang direduksi hanya kayu.

Baca Juga :  Konflik Sosial di Manggarai Terbanyak Berkaitan dengan Masalah Tanah

Hutan terus dirambah bahkan dengan dukungan pemerintah: PP No.23/2021 mengizinkan alih fungsi lahan hanya dengan membayar 12-15 juta per ha;

Lalu, alih fungsi lahan terus terjadi untuk program pemerintah semacam food estate, perkebunan, pertambangan.

Mengapa perlu mengembalikan hutan. Tidak lain agar hutan akan kembali ke  fungsi vitalnya, yakni untuk klimatologis, hidrologis, habitat keanekaragaman hayati, penahan erosi dan banjir, laboratorium alam untuk obat-obatan, pangan, dan bioenergi.

Sebelumnya Ketua Komsos Puspas, Rm. Erik Ratu Pr, mengatakan, para pakar dan ahli yang membawakan materi dalam sidang pastoral ini, selain tokoh awam Sonny Keraf, juga Direktur Puspas Rm. Marthin Chen Pr,  Rm. Fery Sutrisna Wijaya dari Bandung, dan Rm. Ino Sutam Pr.

“Para pakar berbicara pada hari kedua sidang pastoral post Natal yang dalam tahun ini, Keuskupan Ruteng memprogramkannya sebagai Tahun Ekologi integral,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Sabtu, 26 September 2026 - 16:21 WITA

Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering

Sabtu, 26 September 2026 - 16:03 WITA

Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta

Berita Terbaru

Opini

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:58 WITA