Obor Mas Jadi Pilot Project Implementasi Program Business Development Services di Indonesia - FloresPos Net

Obor Mas Jadi Pilot Project Implementasi Program Business Development Services di Indonesia

- Jurnalis

Senin, 6 November 2023 - 07:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAUMERE, FLORESPOS.net-Inkopdit Indonesia memilih 10 koperasi kredit di Indonesia, termasuk KSP Kopdit Obor Mas Maumere menjadi pilot project  pengimplementasian program Business Development Services (BDS) di Indonesia.

Sembilan koperasi lain, yakni Kopdit Bahen Ma Na Denggan (primer Puskopdit Bekatigade Sumut), Kopdit Maju Tarutung (Primer Puskopdit Bekatigade Sumut), Kopdit Bunga Tanjung (Primer Puskopdit Caraka utama), CU Lestari (Primer Puskopdit Bhakti Kita); Kopdit Esti Manunggal (Primer Puskopdit Surakarta); CU Pancur Kasih (Primer Puskop CU Borneo); Kopdit Serviam (Primer Puskopdit Bekatigade Timor); Swastiastu (Primer Puskopdit Bali Artga Guna), dan Kopdit Wita Mori (Primer Puskopdit Sulawesi Selatan).

Keterangan ini disampaikan General Manajer KSP Kopdit Obor Mas, Leonardus Frediyanto Moat Lering, S.Ak, M.M. kepada wartawan di sela-sela acara syukuran HUT ke-51 KSP Kopdit Obor Mas di Pantai Krokowolon, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Sabtu (4/11/2023) dan Florespos.net, Minggu (5/11/2023).

Ikuti Pelatihan Pengembangan Usaha BDS

Frediyanto menjelaskan untuk menyukseskan tugas di atas, maka Inkopdit menggelar pelatihan pengembangan usaha bagi anggota dari Kopdit yang dipercaya untuk menjadi pilot project BDS yang berlangsung di  Hotel Orchardz Industri Jakarta, dari tanggal 25 hingga 28 Oktober 2023.

Untuk mengikuti pelatihan ini, lanjut Frediyanto, tiga perwakilan Obor Mas hadir yakni Ketua Pengurus Markus Menando, Manajer Area Sikka dan Timor Martonsius Juang, dan Manajer Cabang Utama Flotim Amandus Helianto Nasa.

Baca Juga :  Romo Wilfrid Valiance Doktor Pertama Keuskupan Maumere

Tujuan

Frediyanto menyebut tujuan dan manfaat pelatihan BDS di antaranya mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (sustainable development goals) melalui koperasi kredit; memahami latar belakang pengembangan usaha; memahami strategi pengembangan usaha, memahami pemasaran secara sederhana.

Selain itu, mengidentitikasi berbagai jenis usaha anggota, menyusun kriteria pengembangan usaha anggota, memahami peran kopdit/CU, puskopdit dan Inkopdit dalam BDS; memahami akan pentingnya marketplace di tengag pertumbuhan ekonomi digital yang terus meningkat, dan melakukan internalisasi program BDS bagi kopdit yang hadir.

Frediyanto juga menyebut beberapa manfaat BDS ini  di antaranya  terwujudnya kesejahteraan  anggota, kesetaraan gender dan peluang kerja bagi masyarakat; mengetahui berbagai tren, tantangan dan potensi bisnis;memampukan anggota  memulai, membangun dan mengembangkan usahanya dalam rangka mencapai  kemandirian keuangannya;

Terciptanya hubungan yang menguntungkan dan menciptakan kepuasan pelanggan; peserta memiliki daftar usaha anggota berdasarkan kriteria; peserta mampu menyusun berbagai jenis usaha potensi yang perlu dikembangkan atau mulai dihentikan, dan memberikan kesempatan kepada CU agar likuiditas diinvestasikan kepada anggota dan komunitas.

Latar Belakang

Frediyanto menjelaskan latar belakang pelatihan pengembangan usaha anggota yakni untuk menciptakan usaha produk yang unggul dibutuhkan keterampilan dan pengetahuan bisnis yang baik.

Baca Juga :  Bupati Sikka Harapkan Peningkatan Bandara Frans Seda Agar Pesawat Berbadan Lebar Bisa Dilayani Maksimal

“Namun kebanyakan dari masyarakat pada umumnya, dan anggota CU/Kopdit khususnya memulai suatu usaha tanpa adanya keterampilan atau pengetahuan dasar tentang bisnis,” katanya.

Sebagai anggota, lanjut Frediyanto, mungkin  memiliki ‘niche’ untuk membuka usaha, namun tidak mengetahui bagaimana untuk memulainya atau bagaimana untuk mengembangkan usahanya atau bahkan mereka tidak tahu bagaimana caranya mendapatkan  bahan baku untuk usahanya.

Inkopdit sebagai Federasi Nasional Indonesia bekerja sama dengan Association of ASEAN Confederation of Credit Union (ACCU) dan National Credit Federation of Korea (NACUFOK) sesuai dengan Bangkok Declaration poin 3 yaitu menciptakan kesempatan dan peluang kerja melalui BDS berusaha mewujudkan tujuan SDGs tersebut melalui program yang dikenalkan  dengan Credit Union Business Development Services.

“Program ini akan diawali dengan pelatihan BDS di mana pelatihan ini bertujuan  mendorong kopdit/CU primer untuk tidak hanya sekadar memberikan layanan  transaksi keuangan (jual dan beli uang) tetapi juga mendorong anggota untuk  berwirausaha dan serta meningkatkan kualitas saing produk dengan menyiapkan konsultan usaha bagi anggota dan memanfaatkan marketplace koperasi kredit sebagai wadah untuk menjual produk usaha anggota,” katanya. *

Penulis: Wall Abulat/Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende
Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Berita ini 84 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:26 WITA

Petugas Parkir dan Supir Berikan Penjelasan Terkait Peristiwa di Bandara Ende

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WITA

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Berita Terbaru