Polres Manggarai Selidik Intensif Temuan Mayat Pria Tak Beridentitas di Ruteng - FloresPos Net

Polres Manggarai Selidik Intensif Temuan Mayat Pria Tak Beridentitas di Ruteng

- Jurnalis

Minggu, 23 Juli 2023 - 22:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net –  Penyelidikan intensif dilakukan Polres Manggarai untuk mengungkapkan misteri sesosok mayat yang ditemukan meninggal dunia di dalam sumur warga Kedutul, Kelurahan Watu, Ruteng, Manggarai, NTT, kemarin.

Dihubung wartawan, Minggu (23/7/2023) malam, Kapolres AKBP Edwin Saleh melalui Humas Ipda I Made Budiarsa mengatakan, pasca ada laporan masuk tentang temuan mayat pada lubang WC di Kota Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, kemarin, kepolisian bergerak cepat.

“Kepolisian sudah turun ke tempat temuan mayat itu untuk melakukan penyelidikan. Penyelidikannya  intensif,” katanya.

Dikatakan, ketika turun ke tempat kejadian, tim Polres Manggarai dipimpin Wakapolres Kompol Karel Leokuna didampingi Kasat Reskrim Iptu Hendricka Risqi Ario Bahtera.

Tim dari Polres langsung memulai penyelidikan dan mengevakuasi mayat dari lubang WC tanpa busana itu ke RSUD Manggarai untuk diperiksa lebih lanjut.

Baca Juga :  Polisi Tangkap Pelaku Pencabulan dan Rudapaksa di Ende 

Tindakan medis dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik mayat, identitas, dan  mengetahui penyebab kematian pria tersebut. Sekarang, mayat sedang berada di rumah sakit.

Ditanya seperti apa perkembangan penyelidikan hingga malam ini, Humas Budiarsa menjelaskan, tim penyelidik sedang bekerja sehingga sekarang ini belum diketahui seperti apa tentang temuan itu.

Sebelumnya, seorang warga sekitar Nobert Gamur mengatakan, awal mula temuan mayat karena ada aroma menusuk hidung penghuni rumah dan tetangga sekitar, Minggu (23/7/2023) pagi. Pencarian sumber aroma berakhir ketika ditemukan sesosok mayat di dalam lubang WC.

“Kita tidak paham tentang peristiwa ini. Kita berharap polisi bisa mengungkapkannya,” katanya.

Pelbagai informasi yang berkembang pasca temuan mayat menyebutkan bahwa mayat itu adalah diduga seorang pria yang berasal dari Desa Langgo, Kecamatan Satar Mese, Manggarai.

Baca Juga :  Berbagi di Iduladha, BRI Cabang Ende Serahkan Hewan Kurban ke Takmir Masjid

Identitasnya, Aristus Jebarus (41) asal Langgo, orang tuanya, ayahnya Donatus  Dinta dan ibunya Yovita Puet. Aristus ada di Ruteng bersama keluarga karena ada yang sakit di rumah sakit.

Temuan mayat di kompleks belakang RSUD Manggarai seperti diberitakan media ini sebelumnya menghebohkan, Minggu pagi. Mayat tanpa identitas ditemukan tergeletak dalam kamar WC yang tidak dipakai lagi.

Dan, WC itu sudah dalam keadaan rusak di sekitar rumpun bambu dan di dekat kali. Mayat ditemukan dalam keadaan tanpa busana, tidak diketahui identitasnya dan sudah menyebarkan aroma tidak sedap di hidung. *

Penulis: Christo Lawudin/Editor:Anton Harus

Berita Terkait

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya
Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga
Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah
Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:47 WITA

Febrianus Laporkan Para Pelaku ke Polisi Usai Dikeroyok di Ruang KP3 Bandara Ende, Ini Kronologisnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:42 WITA

Upacara HUT Kemerdekaan RI ke -81 di Ende Dipusatkan di Stadion Marilonga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:31 WITA

Bupati Sikka Buka Lomba Bertutur Tingkat SD/MI, Dorong Penguatan Literasi dan Sains Sejak Usia Sekolah

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat

Berita Terbaru