Iven Besar Sekelas KTT Cuma Bisa Diadakan di DKI Jakarta, Bali, dan NTT - FloresPos Net

Iven Besar Sekelas KTT  Cuma Bisa Diadakan di DKI Jakarta, Bali, dan NTT

- Jurnalis

Rabu, 17 Mei 2023 - 11:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Dari pengalaman selama ini, iven besar sekelas konfrensi tingkat tinggi (KTT) di Indonesia, cuma bisa diadakan di DKI Jakarta, Bali, dan terkini Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), NTT.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam acara bincang-bincang dengan pelbagai elemen di Aula Paroki Kajong, Manggarai, Minggu (14/5/2023) malam mengatakan, sejauh ini cuma tiga daerah yang memenuhi syarat untuk menjadi tempat penyelenggaraan iven dunia sekelas KTT.

“Dulunya hanya dua tempat, yakni di DKI Jakarta dan Bali. Tetapi, tahun ini, ditambah dengan Labuan Bajo yang sukses dengan ASEAN Summit,” katanya.

Apa yang terjadi, demikian Gubernur Laiskodat, adalah momentum yang harus dimanfaatkan dengan baik.  Momentum itu telah dimanfaatkan dengan baik di Labuan Bajo.

Baca Juga :  Menpan-RB Bantah Pengangkatan CPNS dan PPPK Ditunda, tapi Disesuaikan

Maka, sudah bisa dipastikan iven besar apapun yang tuan rumahnya Indonesia dalam waktu-waktu ke depan,  Labuan Bajo atau NTT menjadi pilihan utama, selain Bali dan DKI Jakarta.

Karena itu, publik NTT, lanjut Gubernur Laiskodat harus berterimakasih kepada Presiden Jokowi. Berterimakasih karena keputusan dan keberanian menetapkan Labuan Bajo sebagai tempat penyelenggaraan KTT ASEAN.

Dikatakan, ada momen kelas dunia yang nantinya diadakan di Labuan Bajo. Ivennya pertemuan pemimpin kepolisian negara-negara Asia. Suasananya pasti juga seperti yang terjadi pada ASEAN Summit.

Iven yang menghadirkan banyak orang seperti itu, jelas Gubernur Laiskodat menjadi daya tarik dan daya dorong untuk kemajuan.

Baca Juga :  Pedagang Ikan Keluhkan Hal Ini Saat Bupati Ende Pantau Pasar

Publik harus menyiapkan segala sesuatunya untuk tamu-tamu mulai dari penginapan, makanan, dan segala macamnya.

Gubernur Laiskodat mengatakan, Labuan Bajo mempunyai nilai plus. Plusnya adalah keindahan alam baik di darat, laut, dan pulau-pulaunya. Dan, tentu binatang purba Komodo menjadi daya tarik utamanya.

Sebelumnya, menjelang pelaksanaan ASEAN Summit, Uskup Ruteng, Mgr. Sipri Hormat mengeluarkan imbauan khusus untuk menyukseskan KTT itu.

Dan, Uskup mengapresiasi Presiden Jokowi atas penetapan ASEAN Summit di Labuan Bajo.

“Kita patut haturkan ucapan limpah terimakasih kepada Bapak Presiden Jokowi atas kebijakan. Kebijakan yang sangat luar biasa untuk Manggarai raya dan Flores ini,” katanya. *

Penulis:Christo Lawudin/Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar
Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
Berita ini 21 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WITA

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:49 WITA

Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Berita Terbaru

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA

Opini

Quo Vadis Benih Pangan Lokal di Era Pertanian Modern

Jumat, 16 Okt 2026 - 13:33 WITA