Presentase Penduduk Miskin di Ende pada Tahun 2024 Turun 0,29 Persen, Miskin Parah Masih Naik - FloresPos Net

Presentase Penduduk Miskin di Ende pada Tahun 2024 Turun 0,29 Persen, Miskin Parah Masih Naik

- Jurnalis

Selasa, 29 April 2025 - 19:18 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ENDE, FLORESPOS.net-Presentase penduduk miskin di Kabupaten Ende, Provinsi NTT pada tahun 2024 menurun sebesar 0,29% dari tahun 2023.

Menurut data yang diterima Florespos.net, dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Ende, Selasa (29/4/2025) siang menyebutkan jumlah penduduk miskin di kabupaten ini pada tahun 2023 lalu 63.10 ribu atau dalam presentase 22,86 persen.

Pada tahun 2024 jumlah penduduk miskin di Ende turun menjadi 62.37 ribu atau dengan presentase 22.57 persen. Dengan demikian maka jumlah penduduk miskin di Ende pada tahun 2024 turun di angka 0,29 persen.

Meski demikian jumlah penduduk miskin parah dalam indeks keparahan kemiskinan naik dari tahun sebelumnya.

Baca Juga :  Golkar, Gerindra dan PKB Berpeluang Kursi Pimpinan DPRD Ngada

Pada tahun 2023 indeks keparahan kemiskinan di daerah ini 0,96 persen sedangkan pada tahun 2024 indeks keparahan kemiskinan naik menjadi 1.18 persen.

Indeks kedalaman kemiskinan pada tahun 2023 3,59 persen pada tahun 2024 juga naik menjadi 4.44 persen. Sementara garis kemiskinan pada tahun 2023 sebesar 518.939 dan pada tahun 2024 sebesar 528.259.

Hal yang menyebabkan angka kemiskinan turun namun angka keparahan kemiskinan naik karena beberapa faktor pertambahan jumlah penduduk dan ketidakmerataan pertumbuhan ekonomi dalam satu wilayah.

Kepala BPS Ende, Martinus Tulit Beni mengatakan data tersebut adalah data tahun 2024 lalu.

Baca Juga :  Gelar Yudisium, FST Uniflor Luluskan 202 Sarjana Baru dari Empat Prodi

Dikatakannya, angka kemiskinan di Kabupaten Ende turun pada setiap tahun. Pada tahun 2022 lalu presentase kemiskinan di Ende 23.00, pada tahun 2023 turun 22, 86 dan pada tahun 2024 turun ke angka 22,57 persen.

Dikatakannya, angka kemiskinan ini turun karena beberapa faktor. BPS mengambil data tersebut dari beberapa indikator dan faktor.

Angka kemiskinan dapat turun karena berbagai faktor, termasuk peningkatan pendapatan masyarakat, pengendalian inflasi, bantuan sosial yang tepat sasaran, dan peningkatan produktivitas. Peningkatan upah riil, penurunan harga eceran, dan peningkatan pengeluaran per kapita juga berperan penting.*

Penulis : Willy Aran

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban
Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya
POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
Hilang Kontak Saat Menuju Pulau Karumpa Selayar,Dua Nelayan Sikka Ditemukan Tim SAR Gabungan
Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih
Cek Kesehatan Gratis PDIP di Pengungsian Lewotobi–Mereka Masih Butuh Bantuan dan Kepastian Huntap
APINDO Ende Berbagi Kasih di Panti ODGJ Samaria, Bawa Bingkisan Barang Kebutuhan Pokok
Berita ini 307 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 21:34 WITA

Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan

Senin, 21 September 2026 - 21:04 WITA

Penolakan Masyarakat Hukum Adat dan Budaya Amanuban Terkait Klaim Jonathan Nubatonis Sebagai Raja Amanuban

Senin, 21 September 2026 - 21:01 WITA

Penjelasan Kuasa Hukum AW Terkait Dugaan Pelanggaran UU ITE oleh Kliennya

Senin, 21 September 2026 - 20:11 WITA

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 September 2026 - 19:40 WITA

Kesadaran Masyarakat Bayar PBB Masih Rendah, Realisasi PAD Baru Mencapai Rp 58 Miliar Lebih

Berita Terbaru

Advertorial

POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar

Senin, 21 Sep 2026 - 20:11 WITA