Kebocoran Meluas, Atap Puskesmas Boganatar di Perbatasan Sikka-Flotim Ditutupi Terpal - FloresPos Net

Kebocoran Meluas, Atap Puskesmas Boganatar di Perbatasan Sikka-Flotim Ditutupi Terpal

- Jurnalis

Rabu, 19 Februari 2025 - 14:31 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Atap Puskesmas Boganatar di Perbatasan Sikka-Flotim Ditutupi Terpal. (FOTO: EBED DE ROSARY)

Atap Puskesmas Boganatar di Perbatasan Sikka-Flotim Ditutupi Terpal. (FOTO: EBED DE ROSARY)

MAUMERE, FLORESPOS.net-Kebocoran pada atap bangunan Puskesmas Boganatar di Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, NTT, mengakibatkan air hujan masuk dan meluas membuat plafon terancam rubuh.

Guna menghindari kebocoran dan meluasnya kerusakan, pihak Puskesmas Boganatar menutupi atap bangunan dengan terpal untuk sementara waktu sambil menunggu perbaikan.

“Untuk sementara waktu beberapa bangunan yang atapnya rusak kami tutupi dengan terpal,” kata Kepala Puskesmas Boganatar, Maria Yukensi Pogon, Senin (17/2/2025).

Maria mengatakan, kebocoran pada atap bangunan sudah berlangsung lama akibat adanya material debu vulkanik meletusnya Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur.

Baca Juga :  Boni Hasudungan Resmi Penjabat Bupati Manggarai Timur

Lanjutnya, beberapa atap bangunan lainnya yang masih belum rusak pun kini terancam rusak akibat terkena panas dan curah hujan tinggi saat musim hujan saat ini.

“Kita tetap memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dimana pelayanan ruangan rawat jalan di bagian depan puskesmas dipindah ke ruangan rawat inap,” ucapnya.

Maria menyebutkan selain kerusakan atap, mess tenaga medis dan dokter, rumah dinas kepala puskesmas juga mengalami kebocoran di bagian atap.

Baca Juga :  Memukau, Pentas Seni SMPK Frater Hipnotis Ribuan Warga Sikka

Dirinya harus mengungsi ke Maumere dan tinggal di Nangahure bersama keluarga sebab rumah dinas kepala puskesmas yang berada di sebelah timur puskesmas juga tidak bisa ditempati.

“Setiap hari saya harus pulang pergi Bonagatar-Maumere dengan menumpang bus kota. Pagi datang dan sore atau malam baru pulang ke rumah,” ucapnya.

Bukan hanya puskesmas saja, rumah-rumah warga di Desa Kringa dan Hikong juga atapnya mengalami kerusakan dan untuk sementara waktu warga menutupnya menggunakan terpal.

Penulis : Ebed de Rosary (Kontributor)

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan
Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal
PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende
Kesan dan Pesan Wisuda 35 Wisudawan–‘STIE Karya Ruteng Jadi Rumah Persemaian Aneka Nilai Kemanusiaan’
John Tuba Helan Kritisi Pemisahan Pemilu Nasional dan Daerah
Djafar Achmad Temui Direktur Utama PT Pelindo Bicara Soal Perhatian ke Pensiunan Pelabuhan se Indonesia
Berita ini 202 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WITA

Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:29 WITA

Pemda Flores Timur Diminta Lakukan Pendekatan ke OJK Agar Debitur Penyintas Lewotobi Diberikan Kemudahan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:18 WITA

Pertamina Pantau SPBU di Ende, kondisi Pasokan BBM Berangsur Normal

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:19 WITA

PWI NTT Salurkan Bantuan untuk 13 Wartawan Terdampak Bencana Gempa Flores di Ende

Berita Terbaru

Advertorial

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Rabu, 14 Okt 2026 - 20:52 WITA