Strategi Pengembangan Pariwisata Manggarai Barat Melalui Pemanfaatan Statistik - FloresPos Net

Strategi Pengembangan Pariwisata Manggarai Barat Melalui Pemanfaatan Statistik

- Jurnalis

Selasa, 24 September 2024 - 08:35 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Statistik yang handal membantu kita mengevaluasi kebijakan dan program, serta memastikan bahwa upaya konservasi yang kita lakukan efektif. Mari kita menggali lebih dalam pemanfaatan statistik untuk membangun pariwisata inklusif dan berkelanjutan, serta menjaga keanekaragaman hayati kita.

Demikian disampaikan, Fransiskus Xaverius Teguh, Staf Ahli Menteri Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Baparekraf sekaligus Plt Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) ketika menjadi narasumber seminar peringatan Hari Statistik Nasional (HSN) ke 26 yang selenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) Nusa Tenggara Timur (NTT), bertempat di Golo Mori Convention Center, Labuan Bajo, Jumat (20/9/2024).

Menurut Frans Teguh, ada 14 pilar yang menjadi indikator utama dalam membangun pariwisata berkualitas. Hal itu mencakup aspek keberlanjutan, pengalaman pengunjung, infrastruktur, dan budaya lokal. Dua tambahan penting adalah unique experience, yang menekankan pada pengalaman khas yang membedakan destinasi, dan high values, yang merujuk pada nilai-nilai etis dan sosial dalam pariwisata. Kombinasi pilar ini bertujuan untuk menciptakan destinasi yang tidak hanya menarik, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Baca Juga :  Nasdem Manggarai Barat Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Widyanti Bantah Tujuan Politik

Seminar yang mengusung tema “Potret Pariwisata Super Premium Manggarai Barat Menuju Destinasi Pariwisata Inklusif dan Berkelanjutan” dengan Subtema: Visi, Konsep, dan Strategi untuk Pengembangan Pariwisata di Labuan Bajo (Visioning, Concept and Strategy for Tourism Development in Labuan Bajo) tersebut melibatkan para peserta dari Lembaga Pemerintahan, akademisi, dan Stakeholder dan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penyelenggara statistik, sumber data, dan literasi statistik serta perumusan kebijakan.

Sekretaris Daerah Mabar, Fransiskus S. Sodo pada kesempatan itu menekankan pentingnya peran data dalam pembangunan daerah. Statistik yang akurat dan terpercaya adalah fondasi untuk merumuskan kebijakan yang efektif.

“Tingkat kunjungan yang tinggi harus berbanding lurus dengan kesiapan kita di daerah dan harus dianggap sebagai sebuah tantangan besar, tetapi untuk memulai semuanya itu kita harus bergerak bersama dalam satu data supaya kita mempunyai data yang sama. Dengan pemanfaatan data, kita dapat mencapai ultimate tujuan pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap Sekda yang akrab disapa Hans itu.

Menutup rangkaian seminar, Kepala Badan Pusat Statistik Mabar, Ikhe Suryaningrum menyampaikan, BPS memiliki peran penting dalam pembinaan data sektoral Kabupaten Manggarai Barat dan memastikan data yang dihasilkan dari seluruh Instansi Pemerintah memiliki standar yang sama serta dapat diandalkan dalam membangun daerah maupun nasional.

Baca Juga :  BPOLBF Pastikan Keamanan dan Kenyamanan Wisata di TN Komodo Selama Nataru

“BPS bertanggungjawab dalam menjaga integritas, akurasi dan relevansi data dari berbagai sektor. Ini menjadi kunci bahwa data yang digunakan bisa menjadi epidermis untuk Manggarai Barat. Dengan adanya satu data Indonesia, mari kita berkomitmen untuk mendorong keterbukaan dan aksesibilitas data sehingga setiap kepentingan bisa menggunakan data tersebut sebagai rujukan,” kata Ikhe.

Ikhe menambahkan, BPS berkontribusi dalam pengembangan Manggarai Barat melalui penyediaan data-data atau pengembangan statistic untuk membangun ekosistem data, ekosistem statistik nasional  sehingga bisa membangun statistik nasional yang berkualitas seperti yang diamanatkan dalam Perpres 39 tahun 2018 tentang sistem satu data Indonesia.

Seminar HSN ke-26 dikuti Perwakilan Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Mabar, Perwakilan Dinas Perhubungan Mabar, Perwakilan Kantor Kesyahbandaran dan otoritas Pelabuhan Kelas III Mabar, Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Komodo, Perwakilan Balai Taman Nasional Komodo (BTNK), Perwakilan Dinas Komunikasi dan Informatika Mabar, Politeknik eLBajo Commodus. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Kementerian Pariwisata Perkuat Pendataan dan Pembinaan Perizinan Usaha Pariwisata di NTT
Bincang Kepariwisataan, Kemenpar dan BPOLBF Serap Aspirasi Pelaku Wisata Live on Board di Labuan Bajo
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi
POTHP V, “Merayu” Investor Berinvestasi di Parapuar
BPOLBF Dampingi Ratusan UMKM di NTT
Tiga DTW Rusak Berat, BPOLBF, Pariwisata Flores Normal
Berita ini 186 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 20:52 WITA

Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:36 WITA

Kementerian Pariwisata Perkuat Pendataan dan Pembinaan Perizinan Usaha Pariwisata di NTT

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:57 WITA

Bincang Kepariwisataan, Kemenpar dan BPOLBF Serap Aspirasi Pelaku Wisata Live on Board di Labuan Bajo

Sabtu, 26 September 2026 - 18:08 WITA

Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III

Rabu, 23 September 2026 - 17:53 WITA

Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Pemandu Wisata Snorkeling, Kemenpar Gelar Pelatihan dan Sertifikasi

Berita Terbaru

Nusa Bunga

20 Unit KDKMP di Ngada Mencapai 100 Persen Pembangunan Fisik Gerai

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:34 WITA

Nusa Bunga

Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat Rp.237 Miliar Lebih

Kamis, 22 Okt 2026 - 11:56 WITA