Di NTT, Hanya Manggarai Timur dan TTU Miliki Raport Pelayanan Publiknya Hijau - FloresPos Net

Di NTT, Hanya Manggarai Timur dan TTU Miliki Raport Pelayanan Publiknya  Hijau

- Jurnalis

Rabu, 6 Desember 2023 - 12:42 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana Bincang Media antara Komisioner Ombudsman RI dengan pewarta berita di Manggarai.

Suasana Bincang Media antara Komisioner Ombudsman RI dengan pewarta berita di Manggarai.

RUTENG, FLORESPOS.net-Seperti biasa setiap tahun, lembaga negara RI, Ombudsman memberi penilaian atas kepatuhan pelayanan publik pemerintahan segala level di negeri ini.

Untuk Provinsi NTT, Ombudsman hanya memberi nilai hijau (kepatuhan tinggi) hanya dua kabupaten, yakni di Flores, hanya Matim dan di Timor, hanya Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTU).

Miris, Kota Kupang yang tahun lalu berwarna hijau terpental ke warna kuning.

Ketika berbicara pada momen bincang media bertajuk ‘Standar Pelayanan Publik di NTT: Potret Maladministrasi dan Standar Layanan’ dengan para wartawan Manggarai, di Springhill Ruteng, Senin (5/12/2023) malam, Komisioner Ombudsman RI, Robert Na Endy Jaweng mengatakan, ada perkembangan dalam hal kepatuhan pemerintah dalam memberi pelayanan publik.

“Kita lihat ada perkembangan walaupun belum sesuai dengan harapan,” katanya.

Datanya, tahun ini, standar kepatuhan pelayanan publik birokrasi di NTT, berwarna-warni.

Di Flores dan Lembata, ada satu kabupaten berwarna merah (kepatuhan rendah), yakni Nagekeo. Malah sudah dua tahun berturut-turut.

Baca Juga :  Kebut Kerja, Progres Proyek Jalan Nasional Ruteng-Reo, Manggarai Capai 53 Persen

Yang terbanyak berada pada level warna kuning (kepatuhan sedang), termasuk Manggarai dan Mabar.

“Level hijau hanya Matim. Naik dari kuning tahun lalu”.

Di Timor, juga sama, umumnya berwarna kuning, kecuali TTU yang berwarna hijau. Kota Kupang turun level dari tahun lalu.

Di Sumba, nihil yang hijau. Ada dua kabupaten yang berwarna merah, yakni Sumba Barat dan Sumba Barat Daya. Lainnya berwarna kuning.

Apa arti semua ini? Semuanya menunjukkan kepatuhan pelayanan publik dalam segala bidang kehidupan masyarakat mulai dari pendidikan, kesehatan, urusan data kependudukan, pelayanan di rumah sakit, pelayanan sosial, dan lain-lain.

Ombudsman sesuai dengan kewenangan yang diberikan negara bisa memeriksa praktik penyelenggaraan pemerintahan dan melakukan pencegahan agar tidak terjadi malaadministrasi atau pelayanan birokrasi kian  buruk bagi publik.

“Ada banyak hal yang dinilai atas semua itu. Tetapi, kita akan sikapi serius bila ada pengaduan dari siapa saja atas pelayanan yang tidak baik atau bahkan salah,” katanya.

Baca Juga :  Peduli Lingkungan, OMK Belasan Paroki di Keuskupan Ruteng Pungut Sampah di Nanga Banda Reo

Penilaian Ombusmen itu, biasanya dilaporkan resmi ke Presiden setiap tahunnya untuk disikapi dan ditindaklanjuti pada seluruh jajaran pemerintahan.

Di setiap daerah baik provinsi, walikota dan kabupaten pasti tahu tentang pencapaianya. Karena semua provinsi sudah memiliki Ombudsman perwakilan dan mengumumkannya ke setiap kabupaten.

Dalam kunjungan kerja itu, Komisioner Endy Jaweng didampingi stafnya Bayan dan kawan-kawan dari Jakarta dan dari Ombudsman Perwakilan NTT.

Ketika membuka kegiatan itu, pemandu acara, Bayan mengatakan, dalam pertemuan ini Ombudsman hanya ingin menggali lebih banyak dari para wartawan atas pelayanan publik pemerintah atau lembaga-lembaga.

“Kita mau gali banyak data dan informasi dari masyarakat atau siapapun yang semestinya mendapat pelayanan yang baik,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Anton Harus

Berita Terkait

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan
Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores
Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo
Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal
PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa
Realisasi Sementara PAD Manggarai Barat 65 Persen
182 Calon Rebut 64 Kursi Kepala Desa, Dua Srikandi, Satu Kotak Kosong
Gerakan Satu ASN Satu Buku, Disarpus Sikka Terima Dukungan Buku Bahan Bacaan
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 20:03 WITA

Penilaian Maladministrasi di Pemkab Malaka, Wabup HMS: Kami Terus Perbaiki Pelayanan

Selasa, 29 September 2026 - 19:50 WITA

Warga Iantena Krisis Air Bersih, Bak Penampung Air Hujan Juga Retak Akibat Gempa Flores

Selasa, 29 September 2026 - 19:46 WITA

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 September 2026 - 17:52 WITA

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 September 2026 - 14:25 WITA

PSSI Ende Akan Gelar Turnamen Antar-SMP, Jadi Trauma Healing Pasca-Gempa

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Atasi Sampah, DLHP Sasar Anak-Anak dan Ibu Rumah Tangga Labuan Bajo

Selasa, 29 Sep 2026 - 19:46 WITA

Nusa Bunga

Pasca Gempa Flores, Sergius Masih Tidur di Kuburan Beratap Terpal

Selasa, 29 Sep 2026 - 17:52 WITA