Korban juga sebut Rikardus, mengaku selama beberapa waktu terus berada di bawah tekanan dan ancaman dimana terduga pelaku diduga mengancam akan membunuh korban, kedua orang tuanya, serta anggota keluarga lainnya apabila peristiwa tersebut diceritakan kepada siapa pun atau dilaporkan kepada aparat penegak hukum.
“Akibat dugaan perbuatan tersebut, korban kemudian hamil dan melahirkan seorang anak. Kondisi itu menyebabkan korban mengalami trauma psikologis yang hingga kini belum pulih,” tuturnya.
Menurut Rikardus, korban mengatakan selama terduga pelaku masih bebas, rasa takut korban terus menghantui kehidupan sehari-harinya.
Ia menyesalkan, korban sudah terlalu lama menunggu keadilan dan secara psikologis korban sangat terpukul dan selama terduga pelaku belum ditangkap, korban tidak pernah benar-benar merasa aman.
Karena pihaknya meminta penyidik segera mengambil langkah konkret untuk menangkap terduga pelaku yang telah melarikan diri ke Kalimantan agar proses hukum bisa segera berjalan.
Sementara itu, ibu korban, Inessensia Ledo, mengatakan keluarganya hingga kini masih hidup dalam kecemasan dan hidup dalam ketakutan.
Ia mengaku ancaman yang pernah disampaikan terduga pelaku membuat seluruh anggota keluarga selalu waspada dan tidak pernah merasa tenang dan anaknya pun sampai saat ini masib mengalami trauma.
“Kami sebagai orang tua juga tidak pernah tenang karena dulu kami diancam akan dibunuh apabila kasus ini dilaporkan. Sampai sekarang rasa takut itu masih ada. Kami hanya berharap polisi segera menangkap dia agar anak kami memperoleh keadilan dan keluarga kami bisa hidup dengan aman,” ujarnya.
Menurut Inessensia, keluarga juga mempertanyakan mengapa hingga kini terduga pelaku belum berhasil diamankan, padahal perkara tersebut telah dilaporkan sejak tahun 2024 dan proses penyidikannya telah berlangsung cukup lama.
“Kami hanya ingin ada kepastian hukum. Jangan biarkan korban terus menunggu sementara terduga pelaku masih bebas. Kami percaya polisi bisa menemukannya apabila segera berkoordinasi dengan kepolisian di Kalimantan,” katanya.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










