Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar - FloresPos Net

Lia, Ibu Muda dari PKBM Pelihara: Gendong Anak Saat Terima Ijazah Paket C, Bukti Tidak Ada Kata Terlambat Belajar

- Jurnalis

Sabtu, 9 Mei 2026 - 19:25 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Aula PKBM Pelihara di Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, sore itu tidak megah. Tidak ada panggung tinggi. Tidak ada lampu sorot. Hanya ada beberapa kursi plastik, meja kayu, dan amplop cokelat berisi kelulusan.

Tapi di situlah air mata jatuh tanpa malu. Karena yang berdiri di depan adalah Lia. Menggendong anaknya. Di sampingnya, seorang bapak tua dengan kemeja yang sudah pudar warnanya. Ayahnya.

Lima tahun lalu, Lia adalah angka dalam data Anak Tidak Sekolah (ATS). Putus sekolah, ekonomi sulit, lalu menikah muda dan menjadi ibu. Bagi banyak orang, itu titik. Habis sudah.

Senyum Lia sore itu sederhana, tapi menyimpan cerita panjang. Sambil menggendong buah hatinya dan didampingi sang ayah, Lia menerima amplop kelulusan Paket C tahun pelajaran 2025/2026 di PKBM Pelihara, Nagekeo.

Momen haru itu jadi penanda akhir dari 5 tahun perjuangan Lia menempuh pendidikan kesetaraan, dari Paket B hingga Paket C, di rumah belajar yang ia sebut rumah harapan.

Baca Juga :  UPP Marapokot Gelar Apel Siaga Angkutan Lebaran 2026

Lia pernah berada di titik di mana pendidikan terasa jauh. Keterbatasan ekonomi dan tanggung jawab sebagai ibu muda sempat membuat langkahnya tertahan. Namun ia memilih bangkit. Mulai dari Paket B, ia lanjut hingga menuntaskan Paket C.

“Hari itu, saat amplop kelulusan diberikan kepadanya, Lia tidak datang sendiri. Ia datang bersama dua cinta terbesar dalam hidupnya: anak yang digendongnya dengan penuh kasih, dan ayah yang sejak awal tidak pernah berhenti mendukungnya,” kata Oskar Meta, pengelola PKBM Pelihara, Sabtu (9/5/2026).

Sang ayah tidak banyak bicara. Tapi kehadirannya di sisi Lia adalah bukti kasih yang tulus, mendampingi anaknya melewati perjalanan panjang penuh tantangan. Sementara Lia, dengan anak dalam gendongan, menjadi simbol bahwa seorang ibu tetap bisa bermimpi, belajar, dan meraih masa depan.

Baca Juga :  Harga Beras di Manggarai Barat Turun, Kopi Naik Tajam

“Kisah Lia mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada kata terlambat untuk belajar. Bahwa seorang anak yang pernah putus sekolah tetap memiliki harapan. Bahwa seorang ibu muda tetap berhak memiliki cita-cita,” ujar Oskar, yang juga pernah maju sebagai calon wakil bupati jalur independen.

Kata Oskar, PKBM Pelihara berharap langkah Lia jadi inspirasi bagi anak-anak ATS, para ibu muda, dan siapa saja yang pernah merasa gagal dalam pendidikan.

“Perjuangan tidak diukur dari seberapa cepat kita sampai, tetapi dari keberanian untuk terus berjalan walaupun hidup penuh keterbatasan,” tutupnya.

Dari rumah harapan bernama PKBM Pelihara, Nagekeo hari ini punya satu lagi cerita bahwa pendidikan adalah cinta yang tidak pernah putus, meski sekolah sempat terputus. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12
SMPK Tri Bhakti Reo Masuk 10 Besar TKA 2026 Manggarai, Dua Siswa Raih 90.00 Bahasa Indonesia
Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan
Lulusan Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Langsung Diterima Bekerja Hingga ke Luar Negeri
Kondisi Infrastruktur di Riung Barat Masih Jauh dari Layak–Jalan Wangka-Marunggela Rusak Parah
HUT 25 Tahun, STIPAS KAK Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis
90 Petani Flores Timur Bertolak ke Soe–Pergi Belajar Praktek Baik Pengembangan Holtikultura
Nando Watu Sebut Pemdes Niowula Abaikan Mekanisme, Desak Cari Lahan Lain untuk KDMP
Berita ini 88 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:51 WITA

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:01 WITA

SMPK Tri Bhakti Reo Masuk 10 Besar TKA 2026 Manggarai, Dua Siswa Raih 90.00 Bahasa Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:13 WITA

Berawal Dari SPK Lela, Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Hadir dengan Tiga Program Studi Unggulan

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:01 WITA

Lulusan Stikes Santa Elisabeth Keuskupan Maumere Langsung Diterima Bekerja Hingga ke Luar Negeri

Senin, 8 Juni 2026 - 20:37 WITA

HUT 25 Tahun, STIPAS KAK Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Berita Terbaru

Nusa Bunga

29 Tim Berlaga di Turnamen Sepak Bola Mini Watutura II U-12

Selasa, 9 Jun 2026 - 12:51 WITA