Dinkes Intensifkan Penanganan HIV/AIDS di Manggarai Barat - FloresPos Net

Dinkes Intensifkan Penanganan HIV/AIDS di Manggarai Barat

- Jurnalis

Senin, 13 Oktober 2025 - 11:48 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) NTT, terus mengintensifkan upaya penanganan dan pencegahan Human Immunodeficiency Virus/ Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV/AIDS) di daerah itu.

Demikian Kepala Dinkes Mabar, Adrianus Ojo, kepada Florespos.net, baru-baru ini di Labuan Bajo.

Secara kumulatif, kata Kadis Ojo, dari tahun 2022 hingga 31 Juli 2025, tercatat 174 kasus HIV/AIDS di Mabar. Dari jumlah tersebut, 124 diantaranya laki-laki dan 50 lainnya perempuan.

Sebagian besar pasien, yakni 120 orang, masih setia menjalani pengobatan antiretroviral (ARV) dalam 4 tahun terakhir.

“Hingga pertengahan tahun 2025, jumlah kumulatif kasus yang tercatat menunjukkan perlunya perhatian dan kolaborasi semua pihak,” kata Kadis Ojo.

Dipaparkan, data yang dirilis hanya mencakup periode hingga 31 Juli 2025. Untuk periode 2024 hingga Juli 2025, dapat dilihat dari jumlah pasien yang sedang dalam pengobatan, yakni 36 orang (tahun 2024) dan 25 orang (tahun 2025 hingga Juli). Data kumulatif spesifik dari Januari 2024 hingga September 2025 masih dalam pendataan lengkap.

Baca Juga :  Jelang Nataru, BPOLBF Ingatkan Wisatawan Potensi Cuaca Ekstrim Kawasan Wisata Labuan Bajo Flores

Sejauh ini penanganan difokuskan pada pengobatan ARV untuk menekan jumlah virus dan meningkatkan kualitas hidup Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Saat ini, 120 ODHA sedang aktif dalam pengobatan.

Prosesnya meliputi tes dan konseling, pendaftaran ke klinik perawatan, dukungan dan pengobatan (PDP), serta pemantauan rutin.

Terdapat beberapa kendala yang signifikan upaya penanganan HIV/AIDS di Mabar. Pertama, Gagal Follow-up (Lost to Follow-up). Sebanyak 20 orang ODHA terputus dari jalur pengobatan.

Kedua, data blank. Terdapat 21 orang dengan data tidak lengkap, menyulitkan pemantauan. Ketiga, tingkat kematian (Mortalitas). Dalam periode yang sama, 13 orang ODHA meninggal dunia.

Berdasarkan data, ketersediaan obat ARV di Mabar masih mencukupi untuk mendukung kelangsungan pengobatan 120 ODHA yang aktif.

Menurut Kadis Ojo, berdasarkan analisis profil kasus, kelompok usia paling rentan di Mabar adalah usia produktif, antara 25 hingga 45 tahun. Dari segi pekerjaan, banyak penyintas berasal dari kalangan profesional, wiraswasta, dan pekerja informal.

Baca Juga :  Jambore KB, 30 Keluarga Beresiko Stunting Dapat Kado PeNting Dinas P2KB Manggarai Barat

Untuk menjaga etika dan mencegah stigma, Dinkes Mabar tidak merilis detail sebaran kasus per puskesmas secara spesifik. Namun, puskesmas yang berada di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi cenderung melaporkan kasus lebih banyak.

Kadis Ojo mengimbau seluruh masyarakat supaya hilangkan stigma dan diskriminasi terhadap ODHA agar mereka tidak takut memeriksakan diri dan berobat.

Lakukan tes HIV sedini mungkin, terutama bagi populasi kunci dan berisiko untuk mengetahui status kesehatan. Setia menjalani pengobatan bagi ODHA karena pengobatan ARV membuat ODHA tidak menularkan virus ke pasangannya. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta setia pada pasangan.

Penularan HIV/AIDS, ungkap Kadis Ojo, terutama melalui hubungan seks berisiko (tidak menggunakan kondom) dengan berganti-ganti pasangan. Penggunaan jarum suntik tidak steril, terutama di kalangan pengguna narkotika suntik.

Juga terkait transfusi darah yang tidak diskrining (sangat jarang terjadi dengan standar modern). Juga ibu hamil dengan HIV positif kepda bayinya selama kehamilan, persalinan, atau menyusui. *

Penulis : Andre Durung

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya
Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat
Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin
Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat
Tim PKM Uniflor Dampingi Kelompok Tani Setia Kawan Saga Tingkatkan Produktivitas Pengolahan Kemiri
Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku
Prihatin dengan Kondisi Ekonomi Umat, DPP Paroki Onekore Bagikan 50 Paket Sembako
Arton Togo Siap Optimalkan 4 Potensi–‘Mari Bangun Desa Aeramo dalam Semangat To’o Jogho Waga Sama’
Berita ini 109 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WITA

Festival Golo Koe 2026 Dibuka: Labuan Bajo Tumbuh Tanpa Kehilangan Akarnya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:15 WITA

Lahan di Tiweria Tidak Layak, Pemkab Ende Ajukan Lahan Baru di Desa Aemuri untuk Sekolah Rakyat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:23 WITA

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Senin, 10 Agustus 2026 - 22:01 WITA

Pater Pian Lado Ajak DPP Tebarkan Jala Lebih Dalam, Menyentuh Inti Persoalan Hidup dan Perjuangan Umat

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:59 WITA

Ikatan Guru Sertifikasi Kabupaten Sikka Sesalkan Perlakuan Staf Kemenag Sikka dan Dukung Proses Hukum Para Pelaku

Berita Terbaru

Lantai Pasar Batu Cermin kini tinggal tanah,berdebu dan mengotori jualan pedagang.

Nusa Bunga

Pedagang Keluhkan Mahalnya Sewa Petak Jualan di Pasar Batu Cermin

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:23 WITA