Diduga Gegara HP Disita Kakak, Siswa SMKN 1 Nagekeo  Kehilangan Nyawa

- Jurnalis

Senin, 17 Februari 2025 - 10:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tempat kejadian siswa SMKN 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia.

Tempat kejadian siswa SMKN 1 Aesesa, Kabupaten Nagekeo Ditemukan Meninggal Dunia.

MBAY, FLORESPOS.net-Warga RT 31 Dusun 04, Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT, digegerkan dengan berita meninggalnya seorang remaja yang masih mengenakan seragam sekolah.

Setelah diteliti remaja dimaksud mengenakan seragam SMKN 1 Aesesa. Remaja berinisial AD ditemukan oleh pemilik rumah, Petrus Sawi, Senin (17/2/2025).

Korban AD diketahui duduk di kelas 11 jurusan Listrik SMKN 1 Aesesa.

Berdasarkan informasi yang di himpun Florespos.net, di tempat kejadian, Senin pagi, korban selama ini tinggal bersama kakak kandungnya atas nama Eus.

Baca Juga :  Pemerintah Percepat Bangun 2.000 Lebih Rumah Huntara Bagi Pengungsi Erupsi Lewotobi, Kepala BNPB: Target Dua Bulan Selesai

Mereka tinggal di tempat usaha air isi ulang milik anggota DPRD Provinsi NTT yang berlokasi di Dusun 1, Desa Aeramo.

“Tadi pagi dia (AD) barusan dari tempat tinggal kakaknya dengan menggenakan pakaian seragam lengkap. Dia kesini rumah karena om Pit (Petrus Sawi) ada minta bantuan untuk lihat rumah. Karena om Pit ada ke kampungnya. Yakni di kampung Ndora,” kata salah warga yang tidak mau namanya ditulis.

Baca Juga :  Jalan Rusak di Nagekeo, Ada Kubangan Coklat di Ruas Utama Menuju Kampung Dhawe

Masih sumber yang sama, bahwa korban diduga stres akibat HP miliknya disita oleh sang kakak (Eus).

“Kakaknya tadi pagi ada sita hp agar tidak boleh dibawa ke sekolah,” katanya

Menurutnya, kejadian ini diketahui pertama oleh pemilik rumah.

“Tadi pagi om Pit datang dari kampung, kaget lihat ada yang sesuatu yang menggantung di rumahnya. Setelah didekati ternyata itu anak AD. Om Pit langsung teriak, lalu langsung menuju Polres Nagekeo,” katanya.

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Anton Harus

Berita Terkait

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka
Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025
Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi
Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN
Ombudsman NTT Tegaskan–Pasien JKN Tidak Boleh Jadi Korban
Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi
ASN di Sikka Dilarang Berbelanja di Pasar Ilegal–‘Kita Mulai dari Diri Kita, Aparat Pemerintah’
Pemda Sikka Tata Pasar Alok, Aktifitas Pasar Bisa Sampai Malam Hari
Berita ini 11,752 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 17:29 WITA

Dugaan Pengancaman dan Pencemaran Nama Baik Tokoh Agama, 7 Warga Nangahale Ditetapkan Tersangka

Sabtu, 13 Desember 2025 - 09:00 WITA

Prediksi BMKG Provinsi NTT Memiliki Intensitas Hujan Sangat Lebat pada 13-14 Desember 2025

Sabtu, 13 Desember 2025 - 08:12 WITA

Wabup Paparkan Lima Intervensi Kebijakan Pemda Sikka Terkait HKI dan Sampaikan Apresiasi

Jumat, 12 Desember 2025 - 21:31 WITA

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

Jumat, 12 Desember 2025 - 19:33 WITA

Ombudsman NTT Tekankan Pentingnya Keterbukaan Kantor Imigrasi

Berita Terbaru

Bentara Net

Menata Ekonomi Lokal

Sabtu, 13 Des 2025 - 08:33 WITA

Nusa Bunga

Pemerintah dan BPJS Kesehatan Perkuat Layanan JKN

Jumat, 12 Des 2025 - 21:31 WITA