NTT Terpilih Jadi Provinsi Dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi di Indonesia - FloresPos Net

NTT Terpilih Jadi Provinsi Dengan Indeks Kerukunan Umat Beragama Tertinggi di Indonesia

- Jurnalis

Selasa, 6 Februari 2024 - 17:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Torehan prestasi yang membanggakan tingkat NTT, termasuk pemerintah dan masyarakat Manggarai pada tahun 2023 karena terpilih menjadi provinsi  dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi di Indonesia.

Ketika berbicara pada pembukaan dialog kerukunan intern moderasi umat beragama Katolik di Ruteng, Manggarai, Flores, Selasa (6/2/2024), Kakan Kementerian Agama Manggarai, Pontius Mudin mengatakan, tahun lalu, Provinsi NTT menorehkan hasil terbaik dalam hal hidup keberagaman agama di negeri ini.

“Torehan itu adalah terpilih sebagai provinsi dengan indeks kerukunan umat beragama tertinggi dibandingkan provinsi lain di Indonesia,” katanya.

Capaian itu tentu tidak datang secara tiba-tiba. Tetapi, hasil kerja keras, dan komitmen nyata umat beragama di Provinsi ini.

Kondisi itu tentu menjadi bukti nyata bahwa pembangunan bidang agama yang telah dilaksanakan selama ini jalan baik hingga ke tingkat paling bawah, yakni umat beragama.

Hal itu juga bukti bahwa kegiatan dialog kerukunan intern moderasi umat beragama Katolik tetap dan terus dilakukan seperti yang juga dilaksanakan sekarang ini.

Baca Juga :  Sekda NTT Tegaskan Kunci Mendapatkan Anggaran DAK Ada  di Sekolah, Bukan di Dinas

Dialog kerukunan itu membawa dampak positif bagi terpeliharanya kerukunan umat beragama di provinsi dan daerah ini juga.

Karena itu, pada tempat pertama pemimpin Kementerian Agama Provinsi dan Manggarai mengapresiasi atas sumbangsih pelbagai elemen yang terus menjaga komitmen untuk terus memelihara kerukunan.

Menjaga hubungan sesama umat beragama yang dilandasi toleransi, saling pengertian, saling menghormati, dan menghargai;

Menjaga kesetaraan dalam pengamalan ajaran agama, kerja sama dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara di dalam bingkai NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Menurutnya, tahun 2024 ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan rencana strategis tahun 2020-2024. Dan tahun ini ditetapkan sebagai tahun peneguhan kerukunan umat beragama dan kehidupan keberagaman berperspektif moderasi beragama.

Apa yang ingin didapat dari program ini, tidak lain, yakni tercapainya indeks kerukunan umat beragama, indeks kesalehan umat beragama, dan indeks penerimaan umat beragama atas keberagaman budaya;

Tercapainya rekognisi (penghargaan) dan afimasi (pengakuan) kepada pelaku moderasi beragama;

Tercapainya target rumah ibadah sebagai pusat syiar agama yang toleran;

Baca Juga :  Kelompok Dampingan Balai Besar KSDA NTT di Longos Siap Produksikan Abon Ikan Cara dan Salome Ikan

Tercapainya moderasi beragama menjadi perspektif utama dalam dunia pendidikan;

Dan, menguatnya peran media massa dalam program penguatan moderasi beragama.

Kepada para peserta dialog, Kakan Pontius Mudin berpesan untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana pendidikan untuk menyebarkan pemahaman tentang moderasi beragama lewat diskusi online, webinar, dan kampanye sosial.

“Ini penting agar bisa saling berbagi pengalaman, wawasan, dan pemahaman tentang moderasi beragama sehingga tercipta atmosfer yang kondusif dalam membangun toleransi dan menghormati perbedaan,” katanya.

Saat itu, Ketua Panitia Kegiatan Pelipus Asol mengatakan, maksud dari kegiatan ini adalah untuk merawat dan menjaga kerukunan antar umat  Katolik, khususnya menjelang Pilpres dan Pileg 2024 ini.

“Tujuannya untuk membangun kolaborasi dan sinergi untuk memperkuat kerukunan di antara pelbagai komunitas agama Katolik jelang pelaksanaan Pileg dan Pilpres,” katanya.

Dan, tidak kalah penting adalah untuk menggali inspirasi konseptual tentang kerukunan, toleransi, moderasi, dan harmoni sosial berdasarkan ajaran Gereja Katolik,”katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia
Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026
Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi
Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata
Pesan Rektor Unipa Bagi 708 Wisudawan Wisudawati: Jangan Menjadi Sarjana Kertas
Uskup Larantuka Hans Montero Tolak Geothermal di Flores Timur dan Lembata–‘Pembangunan Harus Hormati Manusia, Dengar Masyarakat, Lindungi Alam, dan Pelihara Persaudaraan’
Komisi 1 DPRD Ende Berharap Gabriel Dala Mampu Membangun Kolaborasi yang Baik antara Legislatif dan Eksekutif
Ini Yang Dilakukan Gabriel Dala Setelah Dilantik jadi Sekda Ende Definitif
Berita ini 231 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:54 WITA

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:58 WITA

Rektor Unipa Paparkan Capaian dan Prestasi Selama Enam Bulan Terakhir Tahun 2026

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 17:54 WITA

Wisuda ke-28, Unipa Usung Tema Inspiring Change, Berkarya, Berinovasi dan Menginspirasi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:54 WITA

Suara dari Bukit Fatima: Mgr Frans Kopong Tolak Proyek Geothermal dan Dorong Solusi Energi Alternatif untuk Flores-Lembata

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:00 WITA

Uskup Larantuka Hans Montero Tolak Geothermal di Flores Timur dan Lembata–‘Pembangunan Harus Hormati Manusia, Dengar Masyarakat, Lindungi Alam, dan Pelihara Persaudaraan’

Berita Terbaru

Nusa Bunga

Menakar Peluang dan Tantangan Kendaraan Roda Tiga di Indonesia

Sabtu, 10 Okt 2026 - 18:54 WITA