RUTENG, FLORESPOS.net-Progres fisik dua paket proyek jalan dengan nilai puluhan miliar rupiah di Kecamatan Satar Mese, Manggarai, NTT, bervariasi selama dua bulan terakhir ini.
Paket jalan jalur Iteng menuju Nanga Woja dan seterusnya ke Simpang Melo yang dikerjakan PT Wijaya Graha Prima telah mencapai 24,84 persen.
Paket yang satu lagi, jalur Simpang Cepang menuju Simpang Melo dan berakhir di Bangka Sumba yang menjadi tanggung jawab PT Genta Bangun Nusantara baru mencapai 9,451 persen.
Dihubungi wartawan di Ruteng, Selasa (24/10/2023), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.3. Jalan Nasional wilayah Manggarai, Djibrael Tuka Rohi mengatakan, pengerjaan sekarang dua paket jalan raya yang dibiayai APBN 2023 ini dalam tempoh tinggi mengingat waktu tinggal dua bulan lebih untuk tahun ini.
“Progres fisik sampai sekarang tidak sama untuk paket proyek itu,” katanya.
Dikatakan, saat ini, paket jalan Simpang Melo menuju Bangka Sumba dalam kontrol tinggi di lapangan.
Sebabnya, progres fisiknya belum sesuai harapan. Riilnya, rencana 16, 44 persen, tetapi realnya cuma 9,451 persen. Dan terjadi deviasi, minus, 6,985 persen.
Pelaksanaan pekerjaan PT Genta Bangun Nusantara dalam kontrol tinggi setiap hari agar bisa naik realisasi fisiknya.
Karena itu, tiap hari dilakukan evaluasi guna mengetahui persis perkembangan kerja di lapangan.
Menurutnya, pengerjaan tidak jalan sesuai dengan harapan karena pelbagai alasan. Di antaranya kurangnya tenaga kerja yang bekerja setiap hari.
Lalu, jarak pengangkutan material yang jauh, yakni dari Lembor menuju lokasi proyek yang sangat jauh.
Keadaannya diperparah dengan kondisi jalan yang dilalui kendaraan proyek yang belum bagus jalur Wae Nakeng menuju Nangalili, Lembor, Mabar, dan seterusnya ke Dintor dan lokasi proyek di Kecamatan Satar Mese.
Soal lain adalah kurangnya kendaraan yang memobilisasi material dari Lembor dan menuju Iteng.
Untuk progres lebih baik, lanjut PPK Djibrael, pengerjaan harus digenjot setiap hari agar terjadi peningkatan fisiknya dengan harus menambah tenaga kerja dan kendaraan pengangkutan material.
Kondisi berbeda, demikian PPK Djibrael, dengan jalur jalan yang dikerjakan PT Wijaya Graha Prima, lebih baik progresnya.
Riilnya, rencana pencapaian 23,57 persen, realisasi 24,84 persen, dan deviasinya, 1,27 persen.
Sebelumnya, seorang warga Iteng di Ruteng, Hiro Eman mengatakan, ini sangat luar biasa untuk masyarakat di wilayah selatan Manggarai.
Infrastruktur jalan memang perlu bagus mengingat kawasan itu gudang berasnya Manggarai.
“Itu juga jalur selatan Manggarai raya dengan sejumlah destinasi wisata dunia. Apresiasi atas semua itu,” katanya.
Dana Inpres Infrastruktur tahun 2023 untuk Manggarai seperti diberitakan media ini sebesar Rp 47,8 miliar lebih dengan total panjang jalan yang dikerjakan, 13,5 Km.
Rincian yang dikerjakan PT Wijaya Graha Prima sepanjang 6,5 Km dan PT Genta Bangun Nusantara sepanjang 7 Km. *
Penulis: Christo Lawudin/Editor: Anton Harus










