Korban Bencana Alam Satar Mese Utara di Manggarai Minta Intervensi Sembako - FloresPos Net

Korban Bencana Alam Satar Mese Utara di Manggarai Minta Intervensi Sembako

- Jurnalis

Rabu, 3 Mei 2023 - 15:13 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Rakyat yang terkena bencana alam banjir dan tanah longsor di Desa Mata Wae, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT, meminta ke Pemkab Manggarai berupa intervensi Sembako.

Per telepon, Rabu (3/5/2023), Kades Mata Wae, Marten Don mengatakan, dampak bencana alam banjir bandang, akhir pekan lalu, berpengaruh buruk bagi masyarakat, terutama yang padinya tersapu banjir.

“Pendapatan hilang sama sekali. Karena itu, pemerintah desa bersama warga berharap agar ada intervensi sembako untuk bantu warga,” katanya.

Dikatakan, bantuan itu paling utama bagi para korban banjir bandang yang padinya terendam dan terkubur material longsor. Padi sawah yang menjadi korban itu keadaannya siap panen.

Baca Juga :  Imam Masjid, Pendeta, Pastor, dan OMK Antusias Ikuti Seminar Moderasi Beragama di Aula Paroki Reo

Lalu, ada juga penanganan untuk rumah warga yang terkena longsoran dan bantuan alat berat untuk membersihkan material longsor pada jalur cabang Kole – Cabang Nte’er.

Menurutnya, warga bersama pemerintah desa menginginkan segera ada perhatian, minimal kehadiran personel dari instansi terkait seperti BPBD dan Dinas Sosial untuk melihat langsung keadaan di lapangan.

Laporan lisan, demikian Kades Marthen, sudah disampaikan ke BPBD. Laporan tertulis dan rinci menyusul guna ditindaklanjuti. Dia berharap direspons secara cepat.

Sebelumnya, seorang pemilik sawah Kosmas Bos merasa terpukul dengan bencana yang menimpa sawahnya. Padinya siap  panen.

Baca Juga :  Media Gathering Bawaslu Manggarai, Fokus Bicara Pencegahan Pelanggaran Kampanye

“Saya sangat terpukul dengan kejadian ini. Padi ini rencananya besok ngetam,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, bencana alam berupa banjir dan tanah longsor terjadi akhir pekan lalu di Desa Mata Wae dan sekitarnya.

Hujan berlebihan menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa lahan pertanian, sawah, dan sarana serta fasilitas umum.

Padi siap panen pada areal satu hektar hancur total karena terjangan banjir bandang. Para petani hanya bisa meratapi nasib pasca bencana itu.*

Penulis: Christo Lawudin / Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan
PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara
Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar
Technical Delegate PSSI Visitasi Stadion Marilonga Ende, Ini Catatan untuk Pembenahan
Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel
Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital
Gebrakan Disnakertrans Sikka: Aula Kantor Camat Mego Jadi Pusat Sosialisasi dan Mini Job Fair
Camino Flores, Perjalanan Spiritual dan Karitatif
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:05 WITA

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Oktober 2026 - 16:44 WITA

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 19:57 WITA

Warga Ende Dilarang Membeli Barang Dagangan Pedagang Kaki Lima yang Jual di Badan Jalan dan Trotoar

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:38 WITA

Pesan Penting Uskup Maumere Saat Tahbiskan Tujuh Imam Baru Ordo Karmel

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:46 WITA

Membangun Pendidikan yang Humanis dan Ekologis di Era Digital

Berita Terbaru

Nusa Bunga

570 PPPK Paruh Waktu di Ngada Terima SK Perpanjangan

Senin, 19 Okt 2026 - 18:05 WITA

Nusa Bunga

PSN Ngada Resmi Berangkat Menuju Liga 3 Nusantara

Senin, 19 Okt 2026 - 16:44 WITA

Bentara Net

BENTARA NET: Mitos Energi Bersih dan Ancaman Ekologis

Sabtu, 17 Okt 2026 - 10:03 WITA