MAUMERE, FLORESPOS.net-Pulau Palue merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Sikka yang terdiri atas 8 desa dan berada di wilayah kepulauan yang warganya kesulitan akses air bersih karena ketiadaan mata air di pulau gunung api aktif Rokatenda ini.
Warga Pulau Palue sejak dahulu hanya mengkonsumsi air hujan yang ditampung di bak-bak penampung yang ada di setiap rumah warga serta air dari hasil penyulingan uap panas bumi.
Pasca bencana Gempa Flores 15 Agustus 2026, banyak bantuan tandon air atau profil tank dikirim ke Pulau Palue baik oleh pemerintah maupun bantuan dari berbagai pihak.
“Pemerintah mengirimkan tandon sebab harapannya agar hujan segera turun sehingga masyarakat bisa menampungnya di tandon-tandon hasil bantuan tersebut,” sebut Bupati Sikka, Juventus Proma Yoris Kago saat konferensi pers di Kantor Bupati Sikka, Selasa (20/10/2026) sore.
Selain itu kata Juventus, bantuan tandon air diberikan mengingat banyak bak-bak penampung air milik warga yang terbuat dari semen mengalami kerusakan akibat gempa Flores.
Ia menambahkan, Balai Wilayh Sungai (BWS) Nusa Tenggara sudah melakukan pengeboran mata air di Pulau Palue dan sudah mendapatkan 4 titik mata air yang bisa dikonsumsi.
“Pemerintah menunggu proses pengeboran air berjalan hingga selesai sehingga setelahnya pemerintah akan kirim tanki air ke Pulau Palue agar bisa dipakai menampung air bersih untuk didroping kepada warga,” ungkapnya.
Ketua Satgas Penanggulangan Bencana Gempa Flores Kabupaten Sikka, Margaretha Movaldes da Maga Bapa mengatakan, sebuah yayasan agama Budha sudah menyiapkan bantuan 2 mobil tanki air berukuran kecil.
Femmy sapaannya menyebutkan, dua mobil ini diharapak bisa dipakai untuk mendroping air bersih ke rumah-rumah warga apabila sumur-sumur bor sudah bisa beroperasi.
“Hasil pengeboran air di Desa Lidi ditemukan potensi air tawar.Sementara di beberapa titik lainnya merupakan air payau,” ungkapnya.
Femmy menambahkan, ada juga mobil yang bisa mengolah air payau menjadi air tawar dan mobilnya masih terdapat di kantor BPBD Sikka sebab kendalanya belum ada personil yang bisa mengoperasikannya.
Diharapkan mobil ini bisa mengolah air payau menjadi air minum yang layak untuk dikonsumsi masyarakat di Pulau Palue. *
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










