LABUAN BAJO, FLORESPOS.net-Demi mengatasi sampah di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) setempat mulai menyasari anak-anak dan ibu-ibu rumah tangga di ibu kota Mabar itu untuk menjadikan sampah jadi bermanfaat, berguna.
Komunitas masyarakat setempat diedukasi dan didorong tentang penyelamatan lingkungan atas bahaya sampah. Tetapi sampah juga bisa menjadi penopang ekonomi rumah tangga, karena sampah bisa diubah jadi uang, sampah warga dibeli pihak mitra dengan perantaraan DLHP Mabar.
Hal itu termuat dalam 27 potongan vidio yang diterima media ini dari Bendahara Penerimaan DLHP Mabar, Vinsensius Y. Madu pada Senin (28/9/2026) malam.
Potongan-potongan vidio tersebut menggambarkan betapa semangatnya anak-anak dan ibu-ibu rumah setempat (Labuan Bajo) mengumpul, memikul/mengangkat/menggotong karung-karung dan kardus-kardus berisikan aneka sampah ke kendaraan milik DLHP untuk selanjutnya dibawah ke Bank Sampah G-Lingko di kompleks DLHP Mabar Labuan Bajo.
Beragam sampah tersebut di antaranya kardus, kertas, dan botol-botol air mineral. Di Bank Sampah tersebut sampah-sampah ditimbang, lalu diberikan uang oleh Bank Sampah G-Lingko sesuai berat dan jenis sampahnya.
Tampak anak-anak pemilik sampah penuh ceria ketika menerima lembaran rupiah di tangannya masing-masing. Ada yang dapat Rp. 6.800, ada yang lebih dari situ, ada pula yang kurang dari situ.
“Nanti uangnya beri kepada bapak atau ibu e,” ucap di antara pengelola Bank Sampah G-G-Lingko yang disambut kata ya oleh anak-anak penuh canda tawa.
Tetapi tak sedikit di antara anak-anak itu juga yang menolak uang dan memilih buku tabungan dari pihak G-Lingko (Bank Sampah). “Kami buku tabungan saja,” komentar anak-anak itu dengan ceriah.
“Ya, baik, nanti dengan kaka Yoma (Vinsensius Y. Madu),” sambung sejumlah pengurus Bank Sampah G-Lingko dalam potongan vidio tersebut.
Dilansir media ini sebelumnya, Gitalisasikan Sampah, DLHP Manggarai Barat Bentuk Bank Sampah G-Lingko. *
Penulis : Andre Durung
Editor : Wentho Eliando









