MBAY, FLORESPOS.net-Seminggu lebih pasca gempa M7,7 di Laut Flores, sebagian warga Desa Aeramo, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo mulai kembali ke kediaman masing-masing.
“Saya dan beberapa warga lain hari ini kembali ke rumah. Setelah dicek, rumah saya aman, hanya ada retak kecil. Biar tenda dan bantuan bisa lebih fokus ke saudara kita yang rumahnya rusak parah,” uja salah warga Desa Aeramo, Jek Mapa saat ditemui wartawan, Minggu (23/8/2026).
Keputusan untuk pulang ini, kata Jek, bukan karena mengabaikan situasi. Justru sebaliknya, agar pemerintah, BPBD, dan para relawan bisa lebih fokus menangani warga yang terdampak paling berat akibat gempa 15 Agustus 2026 lalu.
“Di Aeramo masih banyak rumah yang roboh, ada juga yang berduka. Kalau kami yang rumahnya aman tetap di tenda, kasian mereka. Logistik, tenaga, dan perhatian jadi terbagi,” lanjutnya.
Gempa magnitudo 7,7 yang berpusat 30 km timur laut Mbay, Nagekeo pada 15 Agustus lalu, merusak ribuan rumah di NTT. Hingga kini BMKG masih mencatat gempa susulan dan mengimbau warga tetap waspada.
Pemerintah Desa Aeramo sendiri terus melakukan pendataan bersama tim dari kecamatan. Data itu menjadi dasar penyaluran bantuan makan, kesehatan, hingga rencana rehab rumah bagi warga terdampak.
Imbauan serupa juga sudah disampaikan oleh berbagai pihak bagi warga yang rumahnya dinyatakan aman oleh perangkat desa atau tim teknis, diminta segera kembali ke rumah. Tujuannya agar posko pengungsian dan bantuan bisa diprioritaskan untuk keluarga yang benar-benar kehilangan tempat tinggal.
“Ini bentuk gotong royong kita.To’o Jogho Waga Sama. Yang bisa pulang, pulang dulu. Yang belum bisa, kita kuatkan bersama,” tutup Jek.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendataan kerusakan rumah di Desa Aeramo masih terus berjalan. Pemerintah daerah berkomitmen menyalurkan bantuan secara bertahap sesuai data yang masuk dari desa/kelurahan. *
Penulis : Arkadius Togo
Editor : Wentho Eliando










