Kepala BPN Nagekeo Pastikan Lahan Clear, Sekolah Rakyat di Kelurahan Lape Siap Dibangun - FloresPos Net

Kepala BPN Nagekeo Pastikan Lahan Clear, Sekolah Rakyat di Kelurahan Lape Siap Dibangun

- Jurnalis

Sabtu, 18 April 2026 - 18:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MBAY, FLORESPOS.net-Komitmen pemerintah pusat membangun Sekolah Rakyat di Kabupaten Nagekeo mendapat dukungan penuh dari Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo. Kepastian status hukum lahan menjadi salah satu syarat mutlak agar program strategis nasional tersebut bisa segera direalisasikan.

Dukungan itu terlihat saat Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Nagekeo, Mochamad Sauki, S.H., M.H., ikut serta dalam peninjauan lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Jumat (15/4/2026).

Peninjauan lapangan dilakukan bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Dr. Robben Rico, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta sejumlah kepala OPD lingkup Pemkab Nagekeo.

Rombongan meninjau langsung kondisi tapak, batas lahan, hingga akses menuju lokasi yang disiapkan untuk kompleks Sekolah Rakyat berasrama tersebut.

Kepala Kantor Pertanahan Nagekeo, Mochamad Sauki, saat ditemui Florespos.net, usai peninjauan, menegaskan pihaknya hadir untuk memastikan seluruh aspek pertanahan aman dan tidak bermasalah.

“Kami dukung penuh program strategis nasional ini. Lahan yang disiapkan sudah bersertifikat Hak Pakai atas nama Pemkab Nagekeo. Ini penting agar proses pembangunan tidak terkendala masalah administrasi pertanahan,” ujarnya.

Baca Juga :  Poktan Maju Jaya Nagekeo Dapat Bantuan Alat Pemotong Padi

Sauki menambahkan, kepastian hukum atas tanah menjadi kunci agar proyek tidak mandek di tengah jalan. Dengan status Hak Pakai atas nama Pemerintah Kabupaten Nagekeo, kata dia, Kementerian Sosial bisa langsung melanjutkan ke tahap perencanaan teknis dan penganggaran fisik.

“Dengan status lahan yang jelas, pembangunan Sekolah Rakyat di Nagekeo diharapkan dapat segera direalisasikan sebagai upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan,” tegas Sauki.

Sekolah Rakyat merupakan salah satu dari 53 program kerja prioritas nasional Kementerian Sosial RI. Konsepnya adalah sekolah berasrama gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Di Nagekeo, sekolah ini dirancang untuk menampung siswa jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks. Para siswa tidak hanya mendapat pendidikan formal, tetapi juga pembinaan karakter, keterampilan hidup, dan pemenuhan gizi melalui sistem asrama.

Baca Juga :  Kerbau dan Kuda Betina Diduga Diselundupkan dari Flores ke Jeneponto, Tak Ada Tindakan dari Aparat Terkait

Bupati Nagekeo Simplisius Donatus menyebut kehadiran Sekolah Rakyat akan menjadi jawaban atas tingginya angka anak putus sekolah di NTT, termasuk Nagekeo.

“Ini investasi jangka panjang. Kalau anak-anak dari keluarga tidak mampu kita sekolahkan, asramakan, dan bina karakternya, maka kita sedang memutus rantai kemiskinan,” kata Bupati.

Sementara Wakil Bupati Gonzalo Gratianus Muga Sada menegaskan Pemda sudah menyiapkan semua kebutuhan pendukung, mulai dari lahan 8,1 hektare hingga koordinasi lintas OPD.

“Lahan clear, akses ada. Tinggal kita kawal bersama agar pembangunannya segera jalan,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat di Nagekeo kini tinggal menunggu finalisasi desain dan penganggaran dari pusat.

Dengan dukungan Kantor Pertanahan yang memastikan legalitas lahan, serta komitmen Pemda Nagekeo, pembangunan sekolah berasrama pertama untuk kaum miskin di daerah ini dipastikan tidak lagi terkendala urusan tanah.

Langkah ini diharapkan menjadi awal dari perubahan besar memastikan tidak ada lagi anak Nagekeo yang putus sekolah karena miskin dan terisolasi. *

Penulis : Arkadius Togo

Editor : Wentho Eliando

Berita Terkait

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung
Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat
Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung
Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan
Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores
Pasca Gempa, Ratusan Warga Manggarai Barat Terserang Diare
Wujud Kepedulian Bagi Masyarakat, Kodim 1603/Sikka Gelar Bazar Murah Sambut HUT TNI ke-81
Pilkades Ngada, 9 Desa di Golewa Selatan Tengah Masuk Tahap Pencalonan
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 21:00 WITA

Skema Peternakan Sapi Berubah Jadi Sub Sentra, Bupati Flotim Anton Doni Ajukan Anggaran Baru untuk Penyiapan Sarana Prasarana Pendukung

Selasa, 22 September 2026 - 19:46 WITA

Krisis Ekologi di NTT Bukan Takdir, Hentikan Pembangunan yang Mengorbankan Ruang Hidup Rakyat

Selasa, 22 September 2026 - 18:38 WITA

Launching Taman Pembibitan Kopi Turajaji di Detusoko, Bupati Ende Katakan Pemerintah Dukung

Selasa, 22 September 2026 - 18:26 WITA

Ngada Bangun Gudang Alsintan, Wabup Berni Dhey: Petani Dapat Manfaatkan Melalui Mekanisme Peminjaman Alsintan

Selasa, 22 September 2026 - 17:44 WITA

Pelayanan Sejumlah Puskesmas di Manggarai Barat Masih di Tenda, Pasca Gempa Flores

Berita Terbaru