Energi Listrik di Pulau Flores 80 Persen Masih Berbahan Bakar Minyak - FloresPos Net

Energi Listrik di Pulau Flores 80 Persen Masih Berbahan Bakar Minyak

- Jurnalis

Selasa, 23 Januari 2024 - 16:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RUTENG, FLORESPOS.net-Kondisi riil energi listrik di Flores, NTT, hingga sekarang masih mengandalkan bahan bakar fosil (minyak dan batu bara).

Kepada wartawan usai menghadiri seremoni pembukaan pelatihan konversi energi dari bahan bakar minyak ke listrik di SMK St. Aloysius Ruteng, Selasa (23/1/2024), Manager Unit Proyek Pelaksana Nusra 2, R. Harnandi Adhityo mengatakan, saat ini dan ke depan situasi berada dalam masa transisi energi dari fosil ke sumber energi terbarukan.

“Perubahan memang harus dilakukan secara  konkret mengingat  bahan baku energi dari fosil tidak lama lagi akan habis,” ujar Harnandi didampingi petinggi PLN lain, Panca Budi S.

Menurutnya, untuk situasi sekarang memang energi yang digunakan di Flores dan Kabupaten Manggarai ini mayoritas dari bahan bakar minyak dan batu bara, yakni 80 persen.

Dengan itu memperlihatkan bahwa kontribusi energi listrik yang bahan bakar terbarukan baru 20 persen.

Karena itu, PLN bersama pelbagai elemen terus berupaya membangun dan mengembangkan energi baru terbarukan, yakni panas bumi guna memenuhi kebutuhan publik dan usaha masyarakat.

Baca Juga :  Enam Tahun Menunggu, Akhirnya Pemkab Manggarai Bangun Ruang Kelas untuk SMPN 11  Bea Kakor 

Perbaikan di hulu mutlak agar yang di hilir bisa jalan baik. Hulu dan hilir harus sejalan agar bisa terwujudkan energi hijau, bersih, dan ramah lingkungan nantinya.

Untuk penyediaan energi listrik dari panas bumi di Flores, demikian Manager Harnandi, saat ini sedang diperluas pengerjaan proyek panas bumi Ulumbu, Manggarai, dan di Mataloko, Kabupaten Ngada.

 

Dari aspek potensi, Flores ini menyimpan besar sekali energi panas bumi yang bisa dimanfaatkan. Tetapi, untuk sementara baru dua lokasi yang satu perluasan dan yang satu lagi proyek baru sama sekali.

Penanganan di hulu itu sudah dipasti diikuti penanganan di hilir yang berkaitan dengan pemanfaatan. Salah satunya pemanfaatan energi listrik untuk kendaraan.

Yang dilakukan sekarang ini adalah proses penyiapan sumber daya manusia, yakni melatih guru dan siswa agar bisa mengalihkan energi minyak ke listrik untuk sepeda motor.

Baca Juga :  Ordo Karmel Distribusi 6,9 Ton Beras, 388 Papan Telur, dan 349 Dus Mie Instan ke 5 Kabupaten Terdampak Gempa Flores

Kegiatan seperti ini sudah banyak dilakukan baik yang diadakan Kementerian maupun oleh PLN sendiri.

Dan, pelatihan yang sekarang ini yang pertama di Flores yang diadakan PLN UIP Nusra. Pelatihan pasti berlanjut sampai menjadi ahli alias menjadi teknisi nantinya.

Sedangkan Bupati Hery Nabit mengatakan, persiapan sumber daya lokal ini mutlak dalam menyambut situapenggunaan energi ini baru terbarukan.

“Karena itu, peserta pelatihan harus ikut betul pelatihan yang difasilitasi PLN ini. Karena pengaruhnya besar sekali ke depannya,” katanya.

Kepala SMK St. Aloysius, Br. Dionisius CSA mengatakan, sekolahnya siap untuk menjadi pusat pembelajaran dalam pengalihan teknologi pemanfaatan energi untuk kendaraan dari yang biasa ke yang baru.

“Kita pun siap berbagi dalam peralihan energi dalam menggerakkan kendaraan di wilayah ini nantinya,” katanya. *

Penulis: Christo Lawudin I Editor: Wentho Eliando

Berita Terkait

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar
Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama
Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan
Kemenpar Perkuat Kompetensi dan Keselamatan Wisata Bahari melalui Sertifikasi Pemandu Snorkeling Level III
Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering
Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta
Wabup Ngada Terima Bantuan Rp1,2 Miliar dari Kemenko Pangan 
Tim Psikososial Kevikepan Bajawa Dampingi Anak dan Remaja Terdampak Gempa
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 21:20 WITA

Berharap Pendapatan RSUD, Target APBD-P Flores Timur Tahun 2026 Naik Rp 5,7 Miliar

Sabtu, 26 September 2026 - 18:35 WITA

Huntap Buat Warga Terdampak Gempa Flores di Sikka Segera Dibangun untuk Tahap Pertama

Sabtu, 26 September 2026 - 18:30 WITA

Bantuan Stimulan Pembangunan Rumah Rusak di Sikka Dampak Gempa Flores Siap Dikucurkan

Sabtu, 26 September 2026 - 16:21 WITA

Elnino, Padi Sawah Manggarai Barat Terancam Gagal Panen, Apen: Mata Air Kering

Sabtu, 26 September 2026 - 16:03 WITA

Pendampingan Psikososial dan Bahan Bacaan Bagi Murid SDI Butata Nagekeo, Kerja Bareng Yaspora NTT dan PKBM Bintang Floresta

Berita Terbaru

Opini

Doxing, Luka Psikologis, dan Krisis Empati di Ruang Digital

Minggu, 27 Sep 2026 - 12:58 WITA