Gery menekankan, justru karena itu para wisudawan dan wisudawati yang baru diwisuda memiliki alasan untuk menjadi kuat dan berhasil dan semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa menyertai setiap langkah, menjaga setiap niat baik, menguatkan setiap perjuangan, dan membuka jalan bagi masa depan yang terbaik.
Ia bertutur dalam Bahasa Sikka “O Inang Nian Tana Wawa Ama Lero Wulan Reta”,O Ibu Bumi kami memohon kepadamu,O Bapak yang menguasai langit kami menaruh harapan kepadamu
Neni Ora Ina Nian Tana Wawa Plawi Ora Ama Lero Wulan Reta Kamang Ita mogat Sawet u’a uma naha ihin, Kare Tua Naha Dolo Iana. Doto beli molo-molo Ganu moan jogo doto wiro Puter beli mudeng-mudeng, Ganu Du’a purek puter kapa
Artinya, “mari kita semua memohon kepada leluhur dan Tuhan pencipta langit dan bumi agar menjaga tana ini Universitas Nusa Nipa dan Nian Tana agar dapat berjalan, berkiprah dengan sebaik-baiknya, mengurusnya dengan rapih bagaikan Moan Jogo merapihkan pekerjaannya.”
“Dua Purek memintal kapas menjadi benang dan merajutnya menjadi tenunan yang berkualitas. Sebagaimana kita bekerja hendaknya memiliki hasil berlimpah (Gua Uma naha Ihin, Kare tuan aha dolo),” pungkasnya.*
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando










