Bangunan ruang kelas beratap seng dan berdinding tripleks tersebut dibangun dan dipergunakan sementara selama kegiatan rehabilitasi yang akan dilaksanakan sudah rampung dan ruang kelas bisa dipergunakan kembali.
“Nanti dibuatkan pengajuan pembangunan toilet sebab masih belum memadai.Nanti kita akan fasilitasi dan mudah-mudahan bisa mendapatkan dana agar bisa ditambah bangunan toiletnya,” pintanya.
Simon juga meminta kepada BPBD Sikka memasang tenda di lokasi sekolah agar aktifitas belajar mengajar untuk sementara waktu dilaksanakan di tenda sambil menunggu proses rehabilitasi bangunan rampung dikerjakan.
Kepala Sekolah SMAN 2 Maumere Petrus Y.Sorowea menjelaskan,pasca bencana Gempa Flores Smandu Maumere dikunjungi oleh tim dari Kementrian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Tim dari Kemendikdasmen pun melihat kondisi sekolah pasca bencana Gempa Flores yang mengalami kerusakan dan membuatkan laporan untuk dilakukan perbaikan bangunan yang rusak.
“Berkat penjelasan dan telaahan dari tim teknis sekolah serta dilengkapi foto maka kami mendapatkan alokasi dana untuk rehabilitasi bangunan yang terdiri dari 6 ruang kelas serta satu toilet putri,” terangnya.
Petrus menambahkan dana yang dikucurkan untuk rehabilitasi sebesar Rp786 juta yang dikerjakan secara swakelola yang akan berlangsung sejak tanggal 1 Oktober hingga 31 Desember 2026 mendatang.
Penulis : Ebed de Rosary
Editor : Wentho Eliando
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya










