STIPER-FB Dipercayakan Jalankan Pembinaan dan Fasilitasi Pemasaran Vanili dan Mete Produksi UMKM
Penulis: Wim de Rozari/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 04 Des 2021, 14:27:01 WIB Nusa Bunga
STIPER-FB Dipercayakan Jalankan Pembinaan dan Fasilitasi Pemasaran Vanili dan Mete Produksi UMKM

Ketua STIPER-FB, Dr.Nicolaus Noywuli S.Pt.,M.Si menunjukkan MOU YDBA usai penandatanganan, Kamis (2/12/2021)


Bajawa, Florespos.net- Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER-FB) di Kabupaten Ngada, dipercayakan melakukan pembinaan dan memfasilitasi pemasaran komoditi vanili dan mete produksi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang selama ini dibina dan didampingi oleh Yayasan Dharma Bhakti Astra.

Dimulainya kegiatan itu ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerjasama STIPER-FB dengan Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA).

Penandatanganan dilakukan para pihak, yakni Ketua YDBA, Sigit Prabowo Kumala dan Ketua STIPER-FB, Dr.Nicolaus Noywuli S.Pt.,M.Si, melalui zoom meeting dalam agenda acara Kick-Off Manggarai Barat, Kamis (2/12/2021).

Baca Lainnya :

Ketua STIPER-FB, Dr.Nicolaus Noywuli usai penandatanganan mengatakan, kerjasama itu adalah STIPER-FB melakukan pembinaan dan memfasilitasi pemasaran komoditi vanili dan mete produksi UMKM binaan YDBA.

Dr. Nico Noywuli mengatakan, yang dimaksudkan dalam kerjasama adalah UMKM komoditi mete di Desa Tepi, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat dan komoditi vanili di Desa Loha, Kecamatan Pacar Kabupaten Manggarai Barat.

Sebagai perguruan tinggi baru di NTT, kata Dr. Nico Noywuli, kepercayaan itu merupakan sebuah kebanggaan dan juga tanggung jawab yang harus dijalankan dengan baik, apalagi bersama dengan sebuah yayasan ternama di Indonesia.

Menurut Dr. Nico Noywuli, alasan STIPER-FB berkolaborasi bersama YDBA sebagai expert dalam pendampingan UMKM Pertanian di Manggarai Barat, karena kesamaan visi dan mengembangkan komoditi pertanian.

Komoditi yang dipilih adalah vanili dan mete yang memiliki prospek pengembangan dan bisnis yang sangat baik dan Labuan bajo, adalah pintu dan pasar potensial. Tantangannya, adalah produksi dan kontinuitas.

Selain itu menjadi media dalam pemberlakukan kurikulum Merdeka Belajar, Kampus Merdeka bagi mahasiswa dan dosen STIPER-FB.

Dr. Nico Noywuli mengatakan, tindak lanjut dari kerjasama itu, pihaknya sudah melakukan kegiatan survey lokasi untuk identifikasi masalah, pelatihan dan pendampingan pembukuan, mendampingi petani agar bisa memahami dan melakukan analisa untung/rugi dari usaha tani vanili dan mete.

Pendampingan selanjutnya akan dilaksanakan lebih teknis terkait pemeliharaan hingga penanganan pascapanen vanili dan mete, katanya.

Samsul Widodo, Staf Ahli Hubungan Antar Lembaga pada Kementerian Desa Republik Indonesia yang mengikuti proses penandatanganan pada kesempatan itu, juga memberikan pemikiran dan dukungan terhadap penandatanganan.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment