Soal Pilkades Serentak, Inspektorat Lembata Diminta Tidak Buat Gaduh
Penulis: Maxi Gantung/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 04 Okt 2021, 20:06:04 WIB Desa Kita
Soal Pilkades Serentak, Inspektorat Lembata Diminta Tidak Buat Gaduh

Anggota Komisi I DPRD Lembata, Paulus Makarius Dolu


Lewoleba, Florespos.net- Inspektorat Daerah (Irda) Kabupaten Lembata diminta tidak membuat kegaduhan dalam proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dengan mengeluarkan rekomendasi kepada calon kepala desa.

Permintaan itu disampaikan Anggota Komisi I DPRD Lembata, Paulus Makarius Dolu dan Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC Partai Demokrat Lembata, Juprians Lamabelawa, kepada Florespos.net, Senin (4/10/2021).

Anggota Komisi I DPRD Lembata, Paulus Dolu mengungkapkan, bahwa Kepala Irda Lembata telah mengeluarkan rekomendasi kepada salah satu calon kepala desa. Namun tidak lama kemudian Sekretaris Irda membatalkan lagi rekomendasi yang dikeluarkan tersebut.

Baca Lainnya :

“Ini bisa menimbulkan kegaduan di masyarakat. Saya minta Inspektorat Kabupaten Lembata jangan membuat kegaduan di masyarakat,” tegasnya.

Paulus Dolu mengatakan, sebelum mengeluarkan rekomendasi Irda Kabupaten Lembata mesti melakukan penelitian terhadap seluruh dokumen yang terkait dengan calon kepala desa yang bersangkutan.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu DPC Partai Demokrat Kabupaten Lembata, yang juga Ketua Bintang Muda Indoenesia (BMI) Sayap Partai Demokrat Kabupaten Lembata, Juprians Lamabelawa mengatakan hal yang sama.

Menurut Juprians, adalah suatu yang aneh, sebuah instansi mengeluarkan rekomendasi yang berbeda. Rekomendasi seperti itu, menurut dia, menimbulkan kegaduhan atau keributan di masyarakat.

Juprians mengharapkan Bupati Lembata, Thomas Ola Langoday mengambil tindak tegas kepada pejabat di kantor Irda Kabupaten Lembata.

“Dua rekomendasi yang dikeluarkan oleh Inspektorat Kabupaten Lembata menunjukan ketidakjelian, Inspektorat dalam mengeluarkan sebuah rekomendasi,” katanya.

Mestinya, menurut Juparians sebelum sebuah rekomendasi itu dikeluarkan, pihak Inspektorat melakukan penelitian seluruh dokumen, sehingga tidak menimbulkan persepsi yang berbeda. Dengan dua rekomendasi seperti ini, menimbulkan pertanyaan di masyarakat, ada apa dengan rekomendasi itu.

Diketahui, saat ini proses Pilkades serantak di Kabupaten Lembata, sudah mulai ramai. Para calon kepala desa dan pendukung ramai-ramai mendaftar diri dan menunggu keputusan panitia pemilihan di tingkat desa masing-masing.

Banyak PNS yang maju sebagai calon kepala desa setelah mengantongi rekomendasi dari bupati. Namun ada juga yang tidak mendaftar karena tidak ada rekomendasi dari bupati.

Begitu juga mantan kepala desa, yang tidak jadi daftar karena ada temuan Irda terkait penyalagunaan keuangan desa. Selain itu, ada yang tidak jadi daftar karena masalah usia.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment