Sekali WC di Pasar Batu Cermin Labuan Bajo Dipungut Bayar Rp 2.000
Penulis: Andre Durung/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 03 Des 2021, 09:53:34 WIB Nusa Bunga
Sekali WC di Pasar Batu Cermin Labuan Bajo Dipungut Bayar Rp 2.000

Kondisi Pasar Rakyat Batu Cermin di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Gambar diambil baru-baru ini


Labuan Bajo, Florespos.net-Semua fasilitas milik pemerintah di Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), diuangkan demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) itu.

Di antaranya, sekali orang menggunakan kakus/WC di Pasar Rakyat Batu Cermin dipunggut bayar Rp 2.000 per orang.

“Pokoknya tidak gratis. Listrik, air, kakus/WC, sampah, semua wajib bayar pakai uang,” ujar Lolu, kepada Florespos.net di kompleks Pasar Rakyat Batu Cermin Labuan Bajo, Rabu (1/12/2021).

Baca Lainnya :

Lolu yang jualan aneka kebutuhan pokok masyarakat di pasar harian itu menyebutkan, air bersih untuk cuci sayur dibayar Rp 2000/orang/sekali pakai. Sekali mandi sewanya Rp.5000/orang.

Penggunaan kakus/WC dibayar Rp 2000/orang per sekali pakai. Entah untuk WC besar, WC kecil/kencing, atau dua-duanya, tetap dipungut Rp 2000/orang/sekali pakai. Retribusi sampah Rp 2000/pedagang/hari.

Untuk 4 item pungutan itu, dipungut oleh petugas pasar dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, karena Pasar Rakyat Batu Cermin milik Pemkab. Urusan ini ditangani Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Perindag) Mabar.

Khusus listrik, lanjut Lolu, pedagang yang membutuhkan penerangan wajib membayar sendiri pada pemilik meteran. Karena di pasar tersebut belum ada listrik pemerintah. Tetapi, ada juga warga pasar yang mempunyai meteran pribadi.

“Di Pasar Batu Cermin belum ada listrik pemerintah. Pedagang yang butuh penerangan, ya bayar sendiri uang listrik kepada pemilik meteran. Di pasar ini banyak yang begitu,” beber Lolu.

Masih Lolu, khusus sampah, di Pasar Rakyat Batu Cermin hingga kini belum ditangani profesional. Walau para pedagang setempat sudah mengumpul sampahnya, tapi lama baru diangkut petugas pasar untuk kemudian di ditempatkan di tempat yang telah ditentukan sebelum ke TPA.

Senada disampaikan dua orang pedagang lain di Pasar Rakyat Batu Cermin, yaitu Ambros Hambur dan Benyamin Salut.

“Yang kita tidak mengerti sampah. Kita dipungut Rp 2.000 per hari oleh petugas, tapi sampahnya lama baru angkut,” ungkap Salut.

Kepala Dinas Perindag Mabar, Frans X. Sukur, kepada media ini, mengatakan, segera mengecek lapangan terkait suara sejumlah pedagang di Pasar Rakyat Batu Cermin, baik retribusi sampah, bayar air, kakus/WC.

“Sampah di pasar itu mamang parah. Soal bayar kakus, air cuci sayur, mandi, kita cek lapangan dulu. Listrik memang belum kita pasang meteran,” kata Sukur.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment