Renungan Harian
Oleh P. Kons Beo, SVD

By Admin Florespos 08 Agu 2022, 10:53:49 WIB Renungan
Renungan Harian

P. Kons Beo, SVD - tinggal di Collegio San Pietro, Roma.


Senin, 08 Agustus 2022, Pekan Biasa XIX – (St. Dominikus - Pendiri Ordo Pengkotbah)

Bacaan I: Yehezkiel, 1:2-5.24 - 2:1

Mazmur, 148:1-2.11-12ab.12c-14a.14bcd

Baca Lainnya :

Injil Matius, 17:22-27

"Persenjatai dirimu dengan doa, bukannya dengan pedang; berselimutlah dengan kerendahan hati, bukan dengan pakaian yang bagus," – (St. Dominikus).

Tak ada yang kurang pada diri kita. Semuanya telah teranugerahkan. Segala daya yang kita punyai telah membuat kita berubah, sebab kita memang telah mengembangkannya.

Tetapi kita pasti ditantang untuk mawas diri, sebab selalu ada godaan berat demi pemuliaan diri sendiri. Ada jebakan pula demi pengakuan sana-sini. Jadi repot, jika kita memang sungguh memburunya.

Bila Yesus memanggil siapa pun ke jalan penyangkalan diri”, maka satu dinamika perjalanan menuju sesama dan terlebih kepada Tuhan temukan kekuatannya. Semuanya agar kita tak boleh tertahan pada pusaran kemegahan diri sendiri.

Untuk pulang kepada sesama dalam keakraban penuh spontan, pakailah senjata kerendahan hati. Di situ selalu ada kesanggupan untuk berbelarasa, terlebih untuk masuk di jalan senasib dan sepenanggungan.

Untuk tetap teringat dan selalu ingin pulang pada Tuhan, doa adalah jalannya. Dalam doa, kita kembali pada asal dan tujuan dari ziarah hidup kita sendiri. Dalam doa, kita menjadi teduh dalam sumber keteduhan hidup kita, yakni Tuhan sendiri.

St. Dominikus ingatkan bahwa yang terutama adalah kerendahan hati, bukan pakaian yang bagus. Tentu bukan pula segala atribut yang menjarakkan kita dengan sesama. Selimut kerendahan hati membawa kita kepada sesama dengan semangat penuh keterbukaan.

Dan lagi, St. Dominikus ingatkan kita untuk lepaskan pedang. Senjata kekerasan tak dapat dibenarkan. Senjata kekerasan sebenarnya adalah tanda kekerdilan hati. Bahkan, menjadi tanda kedangkalan iman pula. Yang mesti diandalkan, sekali lagi, adalah doa dan bersimpuh sujud di hadirat Tuhan.

Mungkin kita terlalu melangit di atas sesama atau jadi tanda tak nyaman bagi orang lain. Ini mungkin karena kita memang bersenjatakan kesombongan, penuh angku, dan kasar.

Mungkin saja kita jauh dari nafas kasih Allah dalam doa penuh sejuk; dalam doa yang menenangkan isi jiwa kita.

Sebab, kita bisa saja terlalu keenakan dalam berpedang lidah yang tajam. Yang menghina, yang menyudutkan, yang gemar dalam bentakan dan caci maki, serta dalam segala arogansi verbal. Kita bisa saja jauh dari senjata doa mohon berkat dan pengampunan.

Di dalam semangat Santu Domikus, selalu ada harapan yang benar agar ditiupkan pewartaan yang menyejukkan dan membangun, yang mengajak siapa pun untuk saling memberkati dan mencintai dalam kebenaran di dalam Tuhan.

Verbo Dei Amorem Spiranti

St. Dominikus, doakanlah kami.

Tuhan memberkati.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment