Refocusing Anggaran Daerah
Oleh: Frans Obon

By Editor Florespos 17 Okt 2021, 18:08:37 WIB Bentara Net
Refocusing Anggaran Daerah

Frans Obon


Pemerintah pusat meminta pemerintah daerah melakukan refocusing atau realokasi anggaran daerah dengan memprioritaskan bidang kesehatan terutama dalam kaitannya dengan pencegahan dan penanganan corona virus disease 2019 (Covid-19), jaringan pengaman sosial (social safety net) dan bidang ekonomi yang terdampak pandemi Covid-19.

Sebagai landasan hukumnya, diterbitkan Surat Keputusan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan Nomor 119/2813/SJ Nomor 177/KMK.07/2020 tentang Corona Virus Disease 2019  (Covid-19) serta Pengamanan Daya Beli Masyarakat dan Pengamanan Ekonomi Nasional dan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 35/PMK.07/2020 tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2020 dalam rangka penanganan Pandemi Covid-19 dan/atau Menghadapi Ancaman yang Membahayakan Perekonomian Nasional.

Pemerintah daerah juga diminta menyesuaikan Dana Transfer dari Pemerintah Pusat berdasarkan Rincian Alokasi Transfer Daerah dan Dana Desa yang ditetapkan dalam PMK Nomor 35/PMK.07/2020. Ketentuannya adalah pemerintah daerah melakukan pemotongan belanja barang/jasa sekurang-kurangnya 50 persen, pemotongan belanja modal sekurang-kurangnya sebesar 50 persen, dan penyesuaian belanja pegawai.

Baca Lainnya :

Refocusing tidak lain adalah bagaimana pemerintah daerah menilai kembali prioritas-priotas penggunaan anggaran daerah yang telah ditetapkan sebelumnya dan menentukan prioritas-prioritas baru dalam kaitannya dengan penanganan dan pencegahan Covid-19 serta dampak ikutannya. Maka anggaran yang tersedia dialokasikan untuk membiayai prioritas-prioritas baru tersebut. Ada kemungkinan bahwa sebelumnya pemerintah daerah sudah menentukan prioritas-prioritas yang dipandang penting dan tetap dipertahankan untuk menyikapi dampak pandemi covid-19. Tetapi ada pula kemungkinan menentukan prioritas baru. Pilihan tersebut sudah barang pasti tergantung pada analisis pemerintah daerah, terutama bupati dan wakil bupati bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Tiga bidang utama yang menjadi sasaran refocusing adalah pedoman umum, yang pilihannya disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing. Itulah sebabnya ada beragam pilihan yang berbeda-beda pada setiap kabupaten/provinsi di Indonesia. Tugas bupati dan wakil bupati bersama DPRD adalah menentukan mana prioritas-prioritas yang amat diperlukan oleh daerahnya. Pilihannya tidak lari jauh dari konteks penanganan dan pencegahan Covid-19 serta dampak ekonomi bagi masyarakat.

Di beberapa daerah di Flores, misalnya, dalam hal belanja pegawai, anggaran untuk para pegawai di luar gaji, dipangkas. Bahkan ada daerah yang mengurangi sebagian dari gaji pegawai honorer daerah. Ada pula yang tidak mau mengurangi gaji pegawai honorer tapi memilih memangkas belanja modal.

Apa makna penting bagi kita dari kebijakan refocusing penggunaan anggaran pemerintah di daerah.

Pertama, kita belajar untuk menentukan prioritas-prioritas yang sungguh-sungguh menjadi kebutuhan dasar masyarakat (basic needs). Pandemi covid-19 melatih pemerintah kita untuk fokus pada bidang-bidang pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama dalam kaitannya dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Hal ini penting karena dampak paling serius selama pandemi covid-19 adalah ekonomi. Kita butuhkan usaha dan kerja keras untuk melakukan recovery, pemulihan kembali ekonomi kita.

Kedua, kebijakan ini harus menjadi momentum untuk terciptanya budaya baru, sebuah habitus baru, kebiasaan baru dan cara kerja baru dalam menentukan kebijakan-kebijakan pembangunan. Kita tidak bisa menyikapi situasi pasca-pandemi covid-19 dengan pola kerja lama.

Ketiga, reformasi birokrasi. Pandemi covid-19 menjadi momentum baru agar kita serius melakukan reformasi birokrasi. Reformasi dalam hal tata kerja dan reformasi dalam organisasi kerja. Kita membutuhkan birokrat yang andal, bermotivasi tinggi (high motivated) dalam bekerja. Harus ada budaya kerja baru di dalam birokrasi. Pemulihan ekonomi pasca pandemi covid-19 tidak bisa dilakukan dengan cara-cara lama dan biasa-biasa saja.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.