Presiden Jokowi: Indonesia Harus Tingkatkan Ekonomi Kreatif, UKM Mesti Inovatif
Penulis: Andre Durung/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 15 Okt 2021, 13:52:46 WIB Nusantara
Presiden Jokowi: Indonesia Harus Tingkatkan Ekonomi Kreatif, UKM Mesti Inovatif

Presiden Jokowi pada peresmian terminal multi purpose Wae Kelambu Pelabuan Bajo di utara Labuan Bajo, ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi NTT, Kamis (14/10/2021).


Labuan Bajo, Florespos.net-Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Indonesia harus bisa meningkatkan ekonomi kreatif. Pihak Usaha Kecil Menengah UKM) juga mesti kreatif dan inovatif menghasilkan produk yang tidak dimiliki negara lain, sulit ditiru, bahkan menjadi ednis atau mencerminkan kebudayaan Indonesia.

Demikian antara lain disampaikan eks Gubernur DKI Jakarta tersebut pada  peresmian terminal multi purpose Wae Kelambu Pelabuan Bajo di utara Labuan  Bajo ibu kota Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (14/10/2021), seperti dilansir media ini sebelumnya.

Ikut acara itu Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Mabar Edistasius Endi.

Baca Lainnya :

Pembangunan pelabuhan, infrastruktur jalan bertujuan guna mendorong produk masyarakat Indonesia bersaing dengan negara lain. Produk-produk dan barang-barang Indonesia bisa bersaing apabila diadu kompetensinya dengan produk negara lain, ujar Presiden Jokowi.

Kata dia, Indonesia harus meningkatkan ekspor dengan mengembangkan ekonomi kreatif. Bagaimana UKM dapat kreatif dan inovatif menghasilkan produk yang tidak dimiliki negara lain, sulit ditiru, bahkan menjadi etnis atau mencerminkan kebudayaan Indonesia.

“Apa yang ingin kita harapkan dari sini biaya logistik kita bersaing dengan negara negara lain, artinya daya saing kita competitiveness, kita akan menjadi lebih baik,” kata Presiden Jokowi.

Dikemukakan, biaya logistik Indonesia masih tertinggal jauh dengan negara tetangga. Ongkos logistik negara-negara lain sudah 12 % sedangkan Indonesia 23 %. Inefisiensi itu dapat dikurangi dengan pembangunan infrastruktur. Berarti ada yang tidak efisien di Indonesia. Karena itu perlu dibangun infrastruktur, baik pelabuhan, jalan dan airport, (bandar udara).

Dijelaskan, terminal multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo dibangun untuk memisahkan kegiatan logistik atau barang dengan angkutan penumpang, karena sebelumnya bercampur di pelabuhan lama. Pemisahan dimaksud untuk mendukung pengembangan Labuan Bajo sebagai destinasi wisata super premium, ujar Presiden Jokowi.

Mantan Wali Kota Solo itu mengunjungi Labuan Bajo, Mabar untuk meresmikan penataan sejumlah infrastruktur, antara lain peresmian penggabungan Pelindo dan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.