PGRI Kabupaten Nagekeo Rayakan HUT ke-76 di Lape
Penulis: Arkadius Togo/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 25 Nov 2021, 13:47:41 WIB Nusa Bunga
PGRI Kabupaten Nagekeo Rayakan HUT ke-76 di Lape

Perayaan HUT ke-76 PGRI di Kabupaten Nagekeo, Kamis (25/11/2021)


Mbay, Florespos.net-Hari Ulang Tahun (HUT) ke-76 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Konfrensi Kerja (Konkerkab) diperingati dan dirayakan oleh para guru dan PGRI Kabupaten Nagekeo.

Perayaan dengan mengusung tema besar “Bangkit Guruku Maju Negeriku Indonesia Tangguh Indenesia Tumbuh-Guru Menolak Menyerah Corona, Bergerak Dengan Hati, Pulihkan Pendidikan” itu ditandai dengan apel yang dilaksanakan di aula Stasi Penginanga, Kelurahan Lape, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, Kamis (25/11/2021).

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Nagekeo, Lukas Mere. Pidato Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi pada HUT PGRI ke-76 tahun ini, dibacakan oleh Sekda dalam apel tersebut.

Baca Lainnya :

Mendikbud dan Ristek, dalam pidatonya yang dibacakan Sekda Lukas Mere antara lain menggaribawahi, bahwa saat ini guru dari Sabang sampai Merauke terpukul secara ekonomi, kesehatan, dan batin.

Guru mau tidak mau mendatangi rumah-rumah pelajar untuk memastikan mereka tidak ketinggalan pelajaran. Guru mau tidak mau mempelajari teknologi yang belum pernah mereka kenal.

Lanjutnya, guru mau tidak mau menyederhanakan kurikulum untuk memastikan murid mereka tidak belajar di bawah tekanan.

Guru di seluruh Indonesia menangis melihat murid mereka semakin hari semakin bosan, kesepian, dan kehilangan disiplin.

Tidak hanya tekanan psikologis karena Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), tapi banyak juga guru mengalami tekanan ekonomi untuk memperjuangkan keluarga agar bisa “makan” dan wajar jika dalam situasi ini banyak guru terdemotivasi.

Tapi ternyata ada fenomena yang tidak terkira, demikian Mendikbud dan Ristek.

“Saat saya menginap di rumah guru honorer di Lombok Tengah. Saat saya menginap di rumah Guru Penggerak di Yogyakarta, saat saya menginap bersama santri di pesantren di Jawa Timur, saya sama sekali tidak mendengar kata putus asa,” katanya.

“Saat sarapan dengan mereka, saya mendengarkan terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah mereka. Wajah mereka terlihat semangat membahas platform teknologi yang cocok dan tidak cocok untuk mereka. Dengan penuh percaya diri, mereka memuji dan mengkritik kebijakan dengan hati nurani mereka,” kata Mendikbud dan Ristek.

Di situlah, kata Mendibud dan Ristek, baru menyadari bahwa pandemi ini tidak memadamkan semangat para guru, tapi justru menyalakan obor perubahan. Guru-guru se-Indonesia menginginkan perubahan, dan kami mendengar.

Guru se-Indonesia menginginkan kesempatan yang adil untuk mencapai kesejahteraan yang manusiawi. Guru se-Indonesia menginginkan akses terhadap teknologi dan pelatihan yang relevan dan praktis.

Guru se-Indonesia menginginkan kurikulum yang sederhana dan bisa mengakomodasi kemampuan dan bakat setiap murid yang berbeda-beda.

Guru se-Indonesia menginginkan pemimpin-pemimpin sekolah mereka untuk berpihak kepada murid, bukan pada birokrasi. Guru se-Indonesia ingin kemerdekaan untuk berinovasi tanpa dijajah oleh keseragaman.

Pantauan Florespos.net, kegiatan itu juga dihadiri Kepala Kesbangpol Kabupaten Nagekeo, Pius Dhari, Kapolres Nagekeo, AKBP Agustinus Hendrikus Fai, Danramil 1625.05/Aesesa, Kapten Inf Supriyanto, Kapolsek Aesesa, AKP Eduardus Nunu, Camat Aesesa, Yakobus Laga Kota, Ketua PGRI Nagekeo, Winibaldus Sobat, Sekretaris PGRI Nagekeo, Anisius Pandai Dora, dan para guru se-Nagekeo dan undangan lainnya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.