Pemdes Lebao Kelola Dana Desa Tahun 2021 Sebesar Rp701 Juta
Penulis: Frans Kolong Muda/Editor: Wentho Eliando

By Editor Florespos 09 Okt 2021, 16:17:54 WIB Desa Kita
Pemdes Lebao Kelola Dana Desa Tahun 2021 Sebesar Rp701 Juta

Sekretaris Desa Lebao, Flotim Ambrosius Pati Serangorang


Solor, Florespos.net-Pemerintah Desa (Pemdes) Lebao, Kecamatan Solor Timur, Kabupaten Flores Timur (Flotim) mengelola Dana Desa (DD) bantuan Pemerintah Pusat tahun anggaran 2021 sebesar Rp701.753.000.

Sekretaris Desa (Sekdes) Lebao, Ambrosius Pati Serangorang kepada Florespos.net di ruang kerjanya Jumat (8/10/2021) mengatakan, ada tiga pendapatan transfer Desa Lebao tahun anggaran 2021 bersumber dari bantuan Pemerintah, yakni DD, Alokasi Dana Desa (ADD) dan Bagi Hasil Pajak (PHP).

DD Desa Lebao, tahun 2021 sebesar Rp 701.753.000, ADD sebesar Rp 352.460.523, dan Bagi Hasil Pajak (PHP) sebesar Rp 6.492.048. Dana PADes dalam bentuk swadaya murni/tenaga kerja yang jika diuangkan nilainya sebesar Rp 60.000.000.

Baca Lainnya :

“DD tersebut dimanfaatkan membiayai Bidang Pembangunan, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat, dan Bidang Penanggulangan Bencana Darurat dan Bidang Pemerintahan Desa,” katanya.

Ambros Pati menguraikan, Bidang Pembangunan yakni penyelenggaraan PAUD Tahta Santo Petrus Lebao dengan pagu anggaran Rp 30.779.000. Rincian belanja terdiri dari ATK, perjalanan dinas, pembayaran honor 2 orang guru, Kepala Sekolah PAUD Rp 800.000.

Biaya guru bantu Rp 750.000/bulan dan 1 operator PAUD Rp 750.000/bulan, pengadaan alat permainan edukatif luar berupa ayunan, seluncur, dan jungkir sebesar Rp 14. 650.000.

Pengelolaan Posyandu Rp 34.400.000 dengan rincian belanja kegiatan stunting Rp 9.000.000 (selama 90 hari), penyelenggaraan Poskesdes mencakup insentif 1 orang bidan desa Rp 1.150.000/bulan.

Biaya kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) 1 orang Rp 100.000/bulan, transportasi dan akomodasi Rp1.400.00, honor kader posyandu 10 orang masing-masing Rp200.000/bulan.

Kegiatan pemeliharaan sarana/perluasan bangunan posyandu alokasi anggaran Rp 16.590.000, pemeliharaan jaringan/sambungan pipa air bersih dari sumber sumur bor ke rumah tangga dengan alokasi pagu anggaran Rp 293.098.000.

Kegiatan bidang Perhubungan, komunikasi dan Informatika berupa pengadaan baliho APBDes dan umbul-umbul, alokasi anggaran Rp4.531.740.

Bidang pembinaan kemasyarakatan untuk operasional ketentraman ketertiban dan perlindungan masyarakat (Trantib Linmas) bagi 4 orang Linmas dengan alokasi Rp1.125.000/orang/tahun. Total alokasi Rp 4.500.000.

Kegiatan kebudayaan dan keagamaan berupa pembangunan 1 rumah adat, rapat KPA alokasi dana Rp3.500.000.

Kegiatan pemberdayaan pemuda dan olahraga alokasi anggaran dari sumber Dana Desa Rp 3.000.000, kelembagaan masyarakat LKMD, honor para ketua RT/RW per bulan Rp200.000/orang. Total alokasi anggaran untuk 14 orang sebesar Rp18.000.000, dan pembinaan TP-PKK Rp2.000.000.

Kegiatan Bidang Pemberdayaan Masyarakat; pelatihan para pengelola Bumdes Rp 5.275.000, penanggulangan bencana darurat dan mendesak di desa alokasi Rp 187.400.000.

Rincian alokasi anggaran sebesar ini untuk belanja pengadaan alat pelindung diri (APD) pamdemi Covid-19 Rp8.000.000, penanggulangan keadaan mendesak Bantuan Langsung Tunai (BLT) alokasi Rp179.400.000.

“Penyaluran dana BLT kepada 48 keluarga penerima manfaat (KPM) di Desa Lebao sudah sampai dengan September 2021,” kata Ambros Pati.

Di Lebao ada 25 KPM penerima dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial RI sejak Juli-Oktober 2021 belum terima hak mereka. Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 65 KPM tetap menerima hak mereka dari pemerintah.

Kegiatan Bidang Pemdes yang dibiayai Dana Desa 2021 Lebao berupa alokasi untuk biaya pendataan Sustainable Development Goals (SDGs) Rp 16.380.760. Rinciannya belanja pengadaan ATK, cetak dan penggandaan dokumen, belanja barang konsumsi dan honor tim pendata.

Selain itu, urai Ambros Pati, Dana Desa 2021 juga dialokasikan untuk kegiatan penyelenggaraan Musdes dan pembahasan APBDes dengan pagu anggaran Rp 6.100.000, kegiatan musyawarah rembuk stunting Rp3.800.000, penyusunan dokumen perencanaan desa RPJMDes dan RKPDes Rp 6.640.000, penyusunan laporan Kepala Desa yakni Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Desa (LPPD) Rp 5.205.000.

Kepala Desa Lebao, Markus Pati Werang kepada Florespos.net, mengatakan, masa jabatannya berakhir pada 15 Desember 2021. Saat ini sedang proses Pilkades Lebao.

“Saya dipercayakan masyarakat Lebao memimpin desa selama 2 periode (periode I 2009-2015 periode II 2015-2021). Sebelum mengakhiri masa tugas sebagai Kepala Desa tanggung jawab menyampaikan LPPD akhir masyarakat di hadapan BPD dan masyarakat,” katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment