Pelatihan harus punya dampak Tambahan Pendapatan
Penulis Arto Togo/ Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 22 Okt 2021, 13:42:54 WIB Nusa Bunga
Pelatihan harus punya dampak Tambahan Pendapatan

Wakil Bupati Negekeo, Marianus Waja membuka pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Pariwisata, Kamis (21/10/2021).


Mbay, Florespos.net - Wakil Bupati Negekeo Marianus Waja membuka dengan resmi pelatihan  Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Pariwisata.  

Kegiatan  pembukaan dilaksanakan di Kampung Wisata Pajoreja, Desa Ululoga Kecamatan Mauponggo, Kamis (21/10/2021).

Dalam laporan panitia pelaksanaan kegiatan yang dibacakan oleh Kabid  Kelembagaan dan Sumber Daya Pariwisata, Blasius M. Ajo Bupu, di katakan bahwa salah satu sektor strategis dan potensial yang dimiliki Kabupaten Nagekeo adalah sektor pariwisata. 

Baca Lainnya :

Kabupaten Nagekeo, memiliki berbagai macam potensi pariwisata yang dikembangkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat. Antara lain daya tarik wisata alam, daya tarik wisata sejarah/purbakala, wisata budaya, atraksi seni tradisional, penelusuran gua gua peninggalan tentara Jepang. 

Menurutnya, pengembangan Pariwisata dengan pendekatan partisipasi perlu mendapat perhatian terutama dalam konsep pembangunan pariwisata jangka panjang atau sering disebut dengan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism).

Kabupaten Nagekeo termasuk 1 dari 10 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo Flores yang sangat potensial sebagai daerah tujuan wisata. 

Dikatakan, saat ini peran stakeholders pariwisata dalam menggalakan program pelatihan kebersihan lingkungan sanitasi dan pengelolaan sampah di destinasi masih sangat sedikit dan belum memiliki dampak yang maksimal.  Hal tersebut dikarenakan Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang  pariwisata belum memiliki skill pengelolaan.

Padahal ini sangat urgen dilakukan sehingga wisatawan yang datang berkunjung dapat menikmati fasilitas yang di sediakan dalam keadaan bersih, sehat, indah dan mampu mengelolah sampah secara baik. 

Pembinaan dan pelatihan SDM pariwisata perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas produk dan pelayanan wisata karena secara langsung   akan menentukan mutu produk dan layanan wisata. Artinya peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci untuk memenangkan persaingan global yang semakin kompetitif. 

Pemerintah Kabupaten Nagekeo melalui Dinas Pariwisata cq. Bidang Kelembagaan dan Sumber Daya Pariwisata menyelenggarakan Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah di Destinasi Pariwisata sesuai dengan menu dan standar biaya yang dituangkan dalam Juknis Dana Alokasi Khusus Non Fisik Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI  tahun 2021.

"Ini merupakan pelatihan yang ke 4 dari 7 pelatihan yang akan di laksanakan Dinas Pariwisata Kabupaten Nagekeo. Kegiatan tersebut di lakukan langsung di tengah masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan, motivasi  dan kemampuan para pengelola daya tarik wisata dan desa wisata dalam melaksanakan kebersihan lingkungan, Sanitasi  dan Pengelolaan sampah," ujarnya.

Wabup Marianus dalam sambutan mengatakan, pariwisata menjadi salah satu sektor yang mendukung pencegahan stunting melalui kegiatan-kegiatan pelatihan dalam kegiatan yang "on the spot tourism training" di mana subjeknya adalah masyarakat yang langsung terlibat dalam menyediakan rumah sehat/homestay, memperhatikan kebersihan rumah dan lingkungannya termasuk di dalamnya toilet yang sanitatif.

Sehingga mampu diterjemahkan peserta di Desa/kelurahan masing - masing tentang cara hidup sehat, rumah yang bersih dan indah yang akan berdampak pada penurunan angka stunting.

Marianus berharap kegiatan ini dapat  berdampak baik kepada para peserta pelatihan.

"Saya akan cek. Pelatihan ini harus punya dampak. Akan ada dampak tambahan pendapatan dari hasil kerja kita," ujarnya.

Hadir pada giat tersebut, Plt. Kadis Pariwisata Rustien Triatmi, bersama jajarannya, Kabid Sarana dan Prasarana pada Dinas Kepemudaan dan Olahraga Heribertus S. Lagho, Para camat dan Kepala Desa/Lurah asal peserta pelatihan. Camat Mauponggo Leonardus Loda, Camat Aesesa Yakobus Laga Kota, Sekcam Boawae, Cornelius Karno Fao, Kades Ululoga Petrus Leko, Kades Aeramo, Lurah Natanage Timur, para tokoh masyarakat, tokah adat, tokoh pemuda dan tokoh wanita  serta undangan lainnya.

Narasumber kegitan berasal dari Destination Management  Organization (DMO) Flores yang berkedudukan di Ende-Flores. Peserta pelatihan berjumlah 46 orang. Rincian: Kecamatan Aesesa: 8 orang (Desa Labolewa 2, Nangadhero 2, Aeramo 2 dan Marapokot 2). Kecamatan Aesesa Selatan: 8 orang (Desa Rendu Tutubada 2, Tengatiba 2, Wajomara 2, Langedhawe 2). Kecamatan Wolowae: 6 orang (Desa Anakoli 2, Tendakine 2 orang, Totomala 2 orang. Kecamatan Nangaroro : 3 orang (Desa Bidoa 2 orang, Degalea 1), Kecamatan Boawae : 14 orang (Desa Mulakoli, Kelurahan Natanage, Kelurahan Natanage Timur, Nageoga, Dhereisa, Rowa  dan Gero masing masing  desa/ kelurahan 2 orang) dan Kecamatan Mauponggo: 7 orang (Desa Wolokisa 2, Ululoga 3 dan Wolotelu 2 orang). *




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment


Kanan - Iklan SidebarKanan-Iklan ILM

Temukan juga kami di

Ikuti kami di facebook, twitter, Instagram, Youtube dan dapatkan informasi terbaru dari kami disana.