Paulina : Obor Mas Adalah Cinta Pertama dan Terakhir
Penulis: Willy Aran/ Editor: Anton Harus

By Editor Florespos 03 Agu 2022, 18:38:44 WIB Feature
Paulina : Obor Mas Adalah Cinta Pertama dan Terakhir

Paulina Lawi


"Sesulit  apa pun pekerjaan,  jika kita mencintainya maka akan nyaman dan terbiasa  melakukannya".

Ende, Florespos.net - Inilah sepenggal kalimat sederhana, namun  sarat makna yang terungkap  dari bibir sang juru buku Kopdit Obor Mas Kantor  Cabang Utama (KCU) Ende saat berbincang dengan Florespos.net di teras kantor di Jalan Melati Kota Ende, Kamis (7/7/2022) malam. 

Dia adalah, Paulina Lawi, perempuan  asal pantai selatan Kabupaten Ende tepatnya dari Desa Wolokota, Kecamatan Ndona.

Baca Lainnya :

Perempuan  kelahiran 7 Desember 1993 ini memang tipe orang yang tidak banyak  bicara, ia adalah tipe pekerja dan tekun dengan pekerjaan. Namun Flores Pos Net beruntung bisa meminta waktu dan berbincang dengannya. 

Paulina Lawi  yang akrab disapa Lin ini  awalnya sedikit canggung saat ngobrol tentang pekerjaannya. Selang beberapa menit kemudian ia mulai berani bicara.

Alumni Akuntansi Fakultas Ekonomi Uniflor  ini ternyata sempat mengikuti tes di beberapa perusahaan plat merah sebelum bekerja  di  Kopdit Obor Mas.

"Setelah selesai kuliah saya sempat ikut tes di BRI, BNI dan Gudang Garam tetapi belum beruntung dan mungkin bukan rezeki saya di situ," katanya.

Setelah gagal disitu, Lin tidak patah arang untuk mencari informasi tentang lowongan pekerjaan. Selang beberapa waktu kemudian ia mendapatkan informasi lowongan pekerjaan di Kopdit Obor Mas.

Saat melamar ia hanya tahu Obor Mas adalah sebuah koperasi kredit yang telah hadir di Nusa Bunga puluhan tahun lalu. Soal pekerjaan atau apa tugasnya itu tergantung dari penilaian dari manajemen.

Lin akhirnya mengikuti tes dan diterima di salah satu koperasi terbesar di Indonesia yang sudah memiliki puluhan kantor cabang. Berbekal kemampuan dan latarbelakang pendidikan akutansi, Ia langsung dipercayakan sebagai juru buku di kantor Kopdit Obor Mas Cabang Utama  Ende.

"Saya ikut tes di Obor Mas dan langsung diterima. Waktu itu saya tidak tau apa pekerjaanya nanti,"  katanya.

Mulai bergabung di Kopdit Obor Mas sejak tahun 2014, Ia dipercayakan sebagai juru buku di Kantor Kopdit Obor Mas KCU Ende.

Sebagai seorang juru buku yang bertugas memeriksa dan mengoreksi semua pekerjaan di kantor cabang waktu kerjanya lebih banyak dan membutuhkan ketabahan.

Kadang harus pulang terakhir bahkan pada hari libur pun harus masuk menuntaskan kerjanya. Waktu untuk beristirahat dan menikmati liburan tentu sangat terbatas. Tuntutan pekerjaan kerap kali memacunya  menjadi seorang perempuan  tangguh untuk menjalani kariernya.

Dengan tugas seperti itu pada awalnya ia mengaku sempat mengeluh karena hampir sebagian waktunya dihabiskan untuk kerja. Namun tekad yang kuat dan berusaha mencintai pekerjaan itu maka akhirnya ia sudah terbiasa dengan aktivitas seperti itu.

"Awalnya memang agak sulit karena harus pulang terakhir bahkan hari libur juga harus masuk kantor menyelesaikan pekerjaan. Tapi itulah tuntutan pekerjaan dan saya berusaha menjalani dengan cara mencintai pekerjaan. Jika kita menjalani dengan cinta maka semua itu akan dilalui dengan baik," katanya.

Delapan tahun bekerja dibalik meja sudah dianggapnya sebagai hal biasa. Pekerjaan adalah hal utama baginya karena sudah mendapatkan kepercayaan dan kepercayaan itu sangat mahal baginya.

Di tengah kesibukannya, dara manis  dari pantai selatan yang masih berstatus lajang ini kerap kali mengabaikan urusan pribadinya demi pekerjanya yang sudah dijalani dengan cinta.

Saat ditanyai tentang apa targetnya dalam karier, Lin hanya tersenyum dan mengatakan tidak mempunyai target apa pun. Ia hanya tulus dan mencintai pekerjaan yang telah dipercayakan kepadanya.

"Saya dari latarbelakang keluarga tidak mampu. Saya kerja saja selama Obor Mas masih memberikan kepercayaan. Biarlah itu berjalan seiring waktu dan penilaian dari manajemen," jawabnya sambil tersenyum.

Diakhir ngobrol  yang sudah memakan waktu sekitar lima belas menit, anak ketiga dari empat bersaudara  ini mengatakan bahwa dia tetap mencintai pekerjanya dan berkomitmen Kopdit Obor Mas adalah cinta pertama dan terakhirnya dalam karier.

"Tidak berlebihan jika saya katakan  Kopdit Obor Mas adalah cinta pertama dan  terakhir atau pelabuhan terakhir dalam meniti karier. Salah satu kunci agar tetap menikmati pekerjaan adalah mencintai pekerjaan itu.  Jika dijalankan dengan cinta maka sesulit apa pun akan dilalui dengan baik," katanya.*




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment